Demo di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh: 5 Polisi Terluka, 1 Polwan Pingsan
·waktu baca 2 menit

Seorang polisi wanita (polwan) dilaporkan pingsan dan mulutnya mengeluarkan darah saat mengamankan demonstrasi mahasiswa di Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (5/5). Aksi tersebut digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polresta Samarinda, Kompol Zarma, mengatakan polwan tersebut terkena lemparan batu dari arah pendemo.
“Ada polwan yang terkena lemparan hingga sempat pingsan. Selain itu, beberapa anggota kami juga mengalami luka akibat lemparan dan tindakan dari massa,” kata Zarma kepada wartawan.
Selain polwan tersebut, sedikitnya lima personel kepolisian mengalami luka-luka. Beberapa di antaranya mengalami luka robek di bagian wajah dan tubuh akibat benda keras yang dilemparkan.
Zarma juga mengungkapkan bahwa tiga anggota kepolisian sempat tertarik ke dalam kerumunan massa dan mengalami kekerasan fisik. Namun, ia memastikan kondisi seluruh personel yang terluka saat ini sudah mendapatkan penanganan medis.
“Alhamdulillah, tidak ada yang luka berat. Semua sudah ditangani oleh tim medis di Polres,” katanya.
Dalam pengamanan aksi ini, Polresta Samarinda mengerahkan sekitar 250 personel Polri yang dibantu Satpol PP dan unsur lainnya, sehingga total mencapai sekitar 400 personel gabungan.
Menurut Zarma, aparat sejak awal telah mengedepankan pendekatan persuasif agar aksi berjalan damai. Namun, situasi berubah ketika terjadi aksi saling lempar yang tidak terkendali.
“Kami sudah berupaya maksimal menjaga kondusivitas. Namun, ada lemparan-lemparan yang memicu situasi menjadi tidak terkendali,” jelasnya.
PMII Sebut Ada Kadernya Terluka
Ketua Umum PKC PMII Kalimantan Timur, Muhammad Said Abdillah, mengakui adanya kericuhan dalam aksi tersebut dan menyayangkan insiden yang terjadi.
Ia menyebut sejumlah kader PMII juga mengalami luka, bahkan satu di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif.
“Ada empat kader kami yang luka, satu sampai harus dijahit di bagian kepala,” ungkapnya.
Said menjelaskan, aksi tersebut digelar untuk menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Kalimantan Timur, termasuk tuntutan terkait transparansi kebijakan dan pengelolaan aset daerah.
Pasca-insiden, situasi di sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Timur berangsur kondusif. Aparat masih berjaga untuk mengantisipasi adanya demonstrasi susulan.
