Demo Hari Ketiga, Presiden Catalunya Minta Massa Hentikan Kekerasan

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pengunjuk rasa saat demonstrasi di Barcelona, Rabu (16/10/2019). Foto: AFP/LLUIS GENE
zoom-in-whitePerbesar
Para pengunjuk rasa saat demonstrasi di Barcelona, Rabu (16/10/2019). Foto: AFP/LLUIS GENE

Demo besar gerakan Catalunya merdeka memasuki hari ketiga. Pemimpin Catalunya meminta agar pendukungnya tak melakukan aksi kekerasan.

Demo menentang Spanyol terjadi di hampir seluruh Catalunya, terutama di kota terbesar wilayah tersebut, Barcelona.

Presiden Catalunya Quim Torra menegaskan, penghentian kekerasan harus terwujud sesegera mungkin. Sebab, tindakan kekerasan malah mencoreng citra kelompok separatis.

Presiden Catalonia Quim Torra. Foto: AFP/LLUIS GENE

"Wajib dihentikan saat ini juga," sebut Torra seperti dikutip dari AFP, Kamis (17/10).

"Tidak alasan atau justifikasi bagi pembakaran mobil atau vandalisme, demo harus damai. Kami tidak akan izinkan sekelompok oknum merusak citra gerakan warga Catalunya," sambung Torra.

Kondisi Catalunya memanas usai pengadilan Spanyol memvonis penjara sembilan orang pemimpin gerakan pro-kemerdekaan.

Para pengunjuk rasa saat demonstrasi di Barcelona, Rabu (16/10/2019). Foto: AFP/LLUIS GENE

Sejak awal pekan ini, ribuan orang pendukung kemerdekaan turun ke jalan menggelar demo anti-pemerintah. Unjuk rasa berubah rusuh. Bentrok polisi anti huru-hara dengan massa tak bisa terhindarkan.

Massa melemparkan batu ke arah polisi, membakar ban di jalanan, serta memblokir bandara.

Situasi di Catalunya membuat Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, geram. Ia meminta Torra untuk mengutuk tindak kekerasan di seantero Catalunya.

kumparan post embed