Demo Jelang Penetapan UMP DKI Ricuh: Buruh Copot dan Bakar Pagar Balai Kota

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa buruh berdemo menuntut UMP 2024 naik 15 persen di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa buruh berdemo menuntut UMP 2024 naik 15 persen di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Demo buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (21/11) ricuh. Massa terlihat membakar dan membongkar pagar gerbang bagian kanan gedung tersebut.

Unjuk rasa ini digelar menjelang pengumuman Upah Minimum Provinsi atau UMP 2024.

Massa buruh berdemo menuntut UMP 2024 naik 15 persen di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Massa buruh yang tergabung organisasi Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) itu juga mendesak masuk ke area Balai Kota.

Kepulan asap dari material yang dibakar di depan pagar masih terlihat hingga pukul 15.00 WIB. Pembakar dan pencopotan pagar itu dilakukan karena Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, belum menemui massa.

Massa buruh berdemo menuntut UMP 2024 naik 15 persen di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Dalam tuntutannya, buruh meminta kenaikan UMP sebesar 15 persen.

Akibat demo ini, lalu lintas Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di depan Balai Kota DKI tersendat. Aparat kepolisian berjaga-jaga di lokasi demo.

"Tahun 2023 sudah ada kenaikan macem-macem tuh mulai dari bensin, kenaikan bahan pokok, dan seterusnya, bahkan sampai sekolah. Harapan kita Bapak Gubernur bisa memberikan sebuah keputusan yang bijak buat kaum buruh DKI Jakarta," kata Ketua DPD FSP LEM SPSS DKI Jakarta Yusup Suprapto di gerbang Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11).

Buruh copot pagar gerbang balai kota saat demo penetapan UMP. Foto: Widya Islamiati/kumparan

Yusup lalu menyinggung UMP 2023 di bawah pimpinan eks Gubernur DKI Anies Baswedan yang naik 5,6 persen.

"Tahun lalu saja beliau, berani menetapkan kenaikannya 5,6 persen tahun lalu. Nah artinya kami berharap Beliau (Heru) bisa memberikan kenaikan yang pantas sebagaimana usulan dari serikat pekerja, serikat buruh itu kenaikannya itu di angka UMP-nya Rp 5,6 juta," ujar Yusup.

Massa buruh berdemo menuntut UMP 2024 naik 15 persen di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2023). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Reporter: Widya Islamiati