Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor Bubar Usai Audiensi
·waktu baca 2 menit

Massa demo sopir angkot membubarkan diri dari Balai Kota Bogor, Kamis (23/10) sore. Aksi bubar setelah perwakilan mereka bertemu dengan pihak Pemkot Bogor terkait tuntutan penolakan rencana reduksi 1.940 angkot pada Januari 2026.
"Pada dasarnya, kami menerima segala keluh kesah terhadap beberapa program, kemudian membahas masa depan angkot di Kota Bogor," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo, di Balai Kota.
Eko menuturkan, dari audiensi tersebut, perwakilan sopir angkot meminta agar mobil angkot milik rekan mereka yang ditahan oleh Dinas Perhubungan dapat dilepaskan.
"Dan ini akan disampaikan ke pimpinan. Mereka juga menyoalkan program reduksi," ujarnya.
Rencana Reduksi 1.940 Angkot
Eko menjelaskan, program tersebut tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor. Ia menambahkan, blueprint-nya sudah ada sejak tahun 2016.
"Jadi program itu memang sudah ada, tapi mereka meminta adanya kebijakan. Intinya, mereka masih belum siap untuk menjalankan program yang mengharuskan angkot berumur lebih dari 20 tahun tidak beroperasi. Mereka meminta pemerintah kota menunda kebijakan tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Aksi, Rusdian, menyampaikan bahwa mereka meminta angkot yang ditahan agar segera dikeluarkan.
"Ya, kami menegaskan, kalau besok atau Sabtu mobil yang dikandangkan tidak dikeluarkan, maka hari Senin kami akan geruduk dinas," katanya.
