kumparan
11 Feb 2019 17:17 WIB

Demokrat Bali Bantah KNA Tinju Nuarta Gara- gara Bendera Partai

KNA, anggota ormas yang jadi tersangka pemukulan I Wayan Nurata di Polresta Denpasar, Bali, Senin (11/2). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Ketua DPD Partai Demokrat Bali Made Mudarta membantah aksi tinju KNA (32) kepada I Wayan Nuarta (45) karena masalah penurunan bendera Partai Demokrat. Menurutnya, aksi tinju itu hanya masalah ego personal saat berpapasan di jalan.
ADVERTISEMENT
Namun, Mudarta tak membantah keduanya sempat bertengkar karena penurunan alat peraga itu. Mudarta pun enggan membeberkan sebab pertengkaran kedua orang tersebut.
"Ini kan sedang suasana pemilu, lagi hot, masa-masa puncak kampanye. Sesungguhnya kejadian itu enggak ada kaitan dengan partai dan bendera. Karena berkaitan dengan bendera kan sudah lewat hampir beberapa bulan lalu dan berdamai satu sama lain," kata Mudarta saat dihubungi kumparan, Senin (11/2).
"Kejadian (aksi tinju) kemarin itu kan mereka saat papasan, saling ketemu, saling pandang dan terjadi keributan dan sudah diselesaikan antara mereka berdua. Sesungguhnya ini kejadian terpisah. Kami harap dengan kasusnya sudah di Polresta Denpasar diusut latar belakangnya," kata Mudarta.
Saat pertengkaran tiga bulan lalu, kata Mudarta, ia juga sudah menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Denpasar. Masalah itu telah diselesaikan dengan damai.
ADVERTISEMENT
"Sekali lagi, tidak ada kaitan dengan pemasangan atribut partai karena itu sudah selesai. Saya sudah berkomunikasi dengan DPC dan saat itu memang terjadi pertengkaran dan perkelahian, itu masing-masing selesai, " kata dia.
Mudarta juga membantah KNA adalah salah satu simpatisan Partai Demokrat di Bali.
"Enggak simpatisan. Karena di Demokrat itu ada pengurus, ada tim kampanye, terstruktur. Ada pelatihan dan pembimbingan kader, etika parpol yang harus dijalankan. Tapi di luar itu, simpatisan dadakan munculnya seperti jamur di musim hujan, di luar kontrol, itu kan musiman. Barangkali bersimpati dengan calegnya, ikut bergabung karena persahabatan dan lain-lain. Kader pengurus itu kan orang pilihan dan perilaku sesuai dengan aturan Demokrat," jelas Mudarta.
ADVERTISEMENT
Menurut Wakapolresta Denpasar AKPB I Nyoman Artana, KNA meninju Nuarta karena kesal. Penyebabnya adalah kejadian tiga bulan lalu. Menurut Artana, saat itu Nuarat sedang membantu tetangganya menurunkan dan melipat satu bendera partai politik di sekitar Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, Bali.
"Pada saat bendera dilipat, datanglah pelaku. Pada saat itu, tidak menerima dengan bendera yang terpasang diturunkan dan sempat mengancam ke korban," ujar Artana di kantornya, Senin (11/2).
Tiga bulan berselang, ternyata KNA masih menyimpan dendam kepada Nuarta. Pada Sabtu (9/2) sekitar pukul 10.30 WITA, KNA tak sengaja berpapasan dengan Nuarta di Jalan Kebo Iwa Utara. Saat itu, keduanya berkendara dari dua arah berlawanan. KNA turun dari motornya dan menghampiri Nuarta. Dia melayangkan tinjunya ke wajah Nuarta bertubi-tubi.
ADVERTISEMENT
Informasi yang dihimpun kumparan, bendera partai yang diturunkan Nuarta itu adalah panji-panji Partai Demokrat. Namun saat dikonfirmasi ke Artana, ia mengaku tidak tahu.
"Saya tidak tahu," ujar dia. Artana juga tidak mengungkap dari organisasi masyarakat mana pelaku.
Atas perbuatannya itu, KNA dijerat Pasal 351 KUHP. Ancaman hukumannya delapan bulan penjara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan