Demokrat Harap Surpres Panglima TNI Segera Dikirim: Waktunya Mepet
ยทwaktu baca 2 menit

Nama Panglima TNI baru pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto pilihan Presiden Jokowi masih belum dikirimkan ke DPR. KSAD Jenderal Andika Perkasa disebut menjadi kandidat terkuat, setelah kehadirannya melepas Jokowi untuk kunjungan kerja ke Eropa, Jumat (29/10) kemarin.
Meski demikian, Surat Presiden Jokowi ke Komisi I DPR terkait nama calon Panglima TNI belum diserahkan.
Anggota komisi I Fraksi Demokrat DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah berharap surpres segera dikirim. Sehingga nantinya tidak akan ada kekosongan kepemimpinan di TNI.
"Komisi I DPR RI menanti surat presiden terkait calon panglima TNI agar kepemimpinan TNI bisa beralih di saat yang tepat, yakni sebelum panglima yang sekarang pensiun," kata Rizki kepada wartawan, Sabtu (30/10).
"Kami mendesak agar fit and proper test segera dilakukan agar jangan sampai ada vacuum of power di tubuh TNI," lanjutnya.
Merujuk pada UU TNI, usia pensiun perwira ialah 58 tahun. Hadi Tjahjanto akan berusia 58 tahun pada 8 November mendatang.
Rizki berharap surpres dapat dikirim dengan segera agar Komisi I DPR mempunyai waktu yang cukup dalam melakukan uji kelayakan dan kepatutan.
"Kami prihatin jika waktunya terlalu mepet untuk menentukan panglima, proses ideal tidak dapat dilaksanakan," kata dia.
Terlebih, kata dia, TNI tengah menghadapi urgensi untuk mengamankan Indonesia dari segala ancaman global. Termasuk di Laut Cina Selatan.
"Padahal sekarang ini TNI menghadapi urgensi dalam mengamankan posisi Indonesia di tengah dinamika ancaman global, khususnya yang ada di Laut Cina Selatan," tutup dia.
Pimpinan 3 matra TNI yakni KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memiliki kans yang sama menjadi pengganti Hadi. Namun, Andika dan Yudo disebut menjadi kandidat terkuat yang tengah dipertimbangkan Jokowi.
Belakangan Andika yang sangat menguat. Ia turut hadir saat melepas kepergian Presiden Jokowi ke Roma, Glasgow, dan Uni Emirat Arab di Bandara Soekarno-Hatta. Kehadirannya disinyalir sebagai sinyal dari Jokowi terkait Panglima TNI pilihannya. Saat itu, Hadi tak terlihat hadir mengantar Jokowi.
