Demokrat: Moeldoko Harus Minta Maaf Resmi ke AHY & SBY, Salaman Cuma Formalitas
·waktu baca 2 menit

Politikus Partai Demokrat, Benny Kabur Harman, menilai Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, harus meminta maaf secara resmi kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Keduanya sempat terlibat selisih karena sama-sama mengeklaim sebagai ketua umum dari hasil dua kongres berbeda.
Namun akhirnya Kemenkumham menolak hasil kongres luar biasa (KLB) kubu Moeldoko yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan keputusan itu, maka kepemimpinan versi AHY yang diakui oleh Kemenkumham.
"Ya Moeldoko harus minta maaf sama Pak AHY secara resmi," kata Benny kepada awak media di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (26/2).
Ia menilai Moeldoko harus menunjukkan sikap kenegarawannya dengan mengakui klaimnya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sudah dinyatakan salah di mata hukum. Benny juga menilai, agar suasana di kabinet Jokowi menjadi lebih sejuk, Moeldoko harus mengajukan permintaan maaf terbuka kepada Menteri ATR/BPN itu.
"Oleh sebab itu, agar kebersamaan itu indah di kabinet, sebaiknya Moeldoko menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Pak SBY dan Mas AHY," tuturnya.
Benny juga berkomentar soal momen AHY dan Moeldoko ang saling bersalaman saat sidang kabinet di Istana Merdeka. Menurutnya hal itu hanya sebatas formalitas belaka.
"Ya salaman formalitas, ya. Salaman tanpa makna tho, tidak meaningful. Moeldoko sebagai negarawan, ya [harus minta maaf terbuka], kalau mau negarawan. Kalau gak mau ya gak usah," pungkasnya.
