Demokrat Pede Duet Anies-AHY Bisa Tarik Perhatian Publik di Pilpres 2024

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum DPP Demokrat AHY Temui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok. Partai Demokrat
zoom-in-whitePerbesar
Ketum DPP Demokrat AHY Temui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok. Partai Demokrat

Juru bicara partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengisyaratkan partainya akan mendukung duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan calon presiden calon wakil presiden untuk Pilpres 2024 mendatang. Apa langkah mereka untuk yakinkan parpol lain untuk berkoalisi?

Herzaky menyebut duet maut antara Anies dan AHY tercipta tidak lepas karena perhatian publik pada kedua tokoh ini. Bila melihat pemberitaan dan media, menurut Herzaky dua nama ini mewakili aspirasi keinginan rakyat.

“Kalau misalnya kita melihat koalisi Nasdem Demokrat dan PKS ini ternyata bakal menarik perhatian publik gitu loh dan bakal misalnya dukungan mengalir, apalagi ada ini kan banyak nih di lapangan ya kan di media di masyarakat. Kan media nggak akan memuat berita itu masalah Anies-AHY kalau yang baca dikit ya kan kalau banyak baca berarti artinya apa banyak aspirasi yang ingin itu gitu loh,” ujar Herzaky kepada wartawan pada Selasa (16/8).

Kendati demikian, Herzaky menyebut belum ada kepastian mengenai nama resmi yang akan partainya dukung. Sejauh ini pembahasan capres yang akan didukung dari internal Partai Demokrat pun masih belum diputuskan. Meski begitu kadernya kuat menginginkan AHY sebagai capres dari Demokrat.

“Ya itu ada masukan ada aspirasi yang kuat dari masyarakat tapi itu gitu loh ya. Meskipun di antara Partai Demokrat saat ini kader-kader maunya mas AHY ya. Tapi kan kami belum misalnya di internal sendiri belum memutuskan belum ada keputusan apa pun,” jelas Herzaky.

Ia menjelaskan akan ada mekanisme dan aturan di majelis tinggi partai terkait dengan pengusulan nama ini. Saat ini fokusnya masih memantapkan koalisi.

“Sedangkan untuk koalisi majelis tinggi partai itu sudah memberikan amanah kepada Mas AHY selaku ketua umum partai untuk memimpin upaya pembentukan koalisi. Nah, mesti garis bawahi ini pembentukan koalisi loh ya, bukan pencarian (koalisi),” ujarnya.

Bila berbicara tentang koalisi, meski belum resmi, Demokrat menegaskan saat ini komunikasi paling intensif pihaknya jalan dengan PKS dan Nasdem. Alasannya dua partai ini memiliki visi misi, platform, serta keinginan yang sama untuk perubahan Indonesia.

“Begini kami sampaikan di antara Nasdem dan PKS saat ini paling Intens itu dengan Nasdem dan PKS sesuai yang disampaikan dengan ketum AHY ya,” jelas Herzaky

“Kami akan membentuk koalisi yang di dalamnya punya kesepahaman tadi visi misi dan platform untuk perubahan dan perbaikan rakyat dan punya semangat yang sama. Optimisme untuk memenangkan pemilihan di 2024,” tambah dia.

Herzaky berharap tidak ada pihak yang menghalangi bila nantinya koalisi Demokrat-NasDem-PKS terbentuk dan pada akhirnya mengusung Anies-AHY sebagai capres cawapres pada 2024.

“Nah kemudian yang kedua Kalau kami lengket dan lebih dekat dengan Nasdem dan PKS kelihatan akan mengerucut ya kan lalu kemudian ada isu akan mengusung Anies dan AHY ya jangan dihalangi juga dong,” pungkas Herzaky.