Demokrat: Pengurus Daerah Didatangi Intel Polisi, Minta SK dan Tanya Kubu Siapa

Polemik yang terjadi di Partai Demokrat makin runyam, setelah Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Jumat (5/3), yang menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat.
Kali ini beberapa pengurus di tingkat DPD dan DPC yang berada di bawah kepengurusan yang sah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didatangi oleh anggota polisi.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, mengatakan, pengurus tingkat DPC didatangi intel kepolisian. Yang aneh, kata Andi, aparat ini menanyakan sejumlah hal mengenai konflik internal Demokrat.
Selain itu, para pengurus di daerah ini bahkan diancam untuk menyerahkan SK kepengurusan tingkat DPC/DPD. Namun hal itu tak dipenuhi.
"Iya, pengurus DPC ini didatangi intel Polisi. Mereka diancam untuk menyerahkan SK Kepengurusan," kata Andi kepada kumparan, Selasa (9/3).
Salah satu yang didatangi adalah pengurus Demokrat dari Melawi. Andi menyebut, jumlah pengurus DPC dan DPD yang didatangi banyak. "Hampir semua itu. Karena kan sudah ada laporan ke kita," jelas dia.
Andi heran mengapa aparat ikut campur dan apa kepentingan mereka meminta SK pengurus tingkat DPC yang sah. Ia menduga, aparat polisi ini membantu kubu Moeldoko untuk mendapat SK pengurus yang sah.
SK ini nantinya bakal digunakan untuk melengkapi berkas kubu Moeldoko sebelum menyerahkan ke Kemenkumham.
"Kan itu pasti dibutuhkan SK pengurus DPC/DPD untuk daftar ke Kemenkumham. Dugaan saya, itu diminta untuk diserahkan ke mereka (kubu Moeldoko)," kata Andi.
Politikus senior Demokrat, Benny K Harman, juga mengungkapkan masalah dugaan intervensi lewat aparat negara itu melalui Twitternya.
"Para pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota kini resah. Mereka diancam intel-intel Polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai. Katanya atas perintah Kapolres. Ada pula yang dibujuk untuk pro Pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman. Ini beneran kah.? Rakyat Monitor!," cuit Benny.
