Demokrat soal APDESI Deklarasi Dukung Presiden 3 Periode: Kasihan Jokowi
·waktu baca 2 menit

Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (APDESI) akan mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Jokowi menjabat 3 periode usai Lebaran 2022 mendatang. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra prihatin dengan rencana tersebut.
Dia mengatakan saat ini kondisi masyarakat sedang susah. Namun, segelintir elit justru sibuk memikirkan cara melanggengkan kekuasaan dengan berbagai upaya. Mulai dari menteri sampai ke jajaran ketum parpol pendukung pemerintah yang ditolak mentah-mentah oleh rakyat.
"Kini, upaya permufakatan jahat untuk melanggengkan kekuasaan ini kembali diorkestrasi oleh oligarki elit untuk disuarakan seolah-olah aspirasi dari bawah. Beberapa pengurus Asosiasi Kepala Desa dan kepala desa didorong-dorong untuk menyuarakan usulan tiga periode," kata Herzaky, Rabu (30/3).
Menurut Herzaky jika dorongan 3 periode terus terjadi, Jokowi adalah pihak yang dirugikan. Sebab, kata dia, Jokowi akan dikenang sebagai pemimpin yang membelah negeri ini dengan polarisasi dan konflik horisontal antar rakyat di tingkat akar rumput.
"Kasihan ini Pak Jokowi kalau situasi seperti ini terus terjadi. Harusnya punya legacy yang baik, mewariskan demokrasi yang semakin matang di Indonesia. Tapi, akibat ambisi dan kelakuan segelintir elit di sekelilingnya, malah nantinya bisa dikenang sebagai pemimpin yang membelah negeri ini," ucapnya.
Herzaky menuturkan seharusnya Jokowi meniru Presiden ke-RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berhasil memelihara praktik kenegaraan yang baik. Karena itu, Partai Demokrat mendorong segala upaya perpanjangan masa jabatan presiden dihentikan.
"Apakah Bapak Presiden Joko Widodo tidak ingin memelihara praktik kenegaraan yang baik seperti halnya tahun 2014, ketika Bapak SBY melakukan transisi kepemimpinan nasional di negeri ini untuk pertama kalinya dengan damai dan mulus?" ucapnya.
"Tolong hentikan upaya-upaya manipulasi suara rakyat seperti ini. Fokus saja pada upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi. Rakyat banyak yang masih kesulitan akibat pandemi," tutup Herzaky.
