Demokrat soal Irwan Fikri Mundur dari Wabup Agam: Agar Masyarakat Tak Dirugikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat, Irwan Fikri. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat, Irwan Fikri. Foto: Dok. Pribadi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) angkat bicara usai kadernya, Irwan Fikri, mundur jadi Wakil Bupati Agam.

Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, mengakui Irwan Fikri telah melapor ke dirinya perihal pengunduran diri dari jabatannya tersebut. Menurut dia, hal itu dilakukan tak terlepas demi masyarakat Kabupaten Agam.

"Agar masyarakat Agam tidak dirugikan akibat hubungan yang sudah tidak harmonis lagi dengan Bupati Agam, Andri Warman," kata Mulyadi, Selasa (16/5).

Dikatakan Mulyadi, hubungan tidak harmonis ini membuat kadernya tidak bisa optimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil bupati. Padahal waktu kampanye telah banyak berjanji ke masyarakat yang harus direalisasikan.

"Sebagai pihak yang ikut berjanji, Irwan Fikri tentu ingin mewujudkan hal tersebut bersama Andri Warman, agar tidak dianggap hanya memberikan harapan palsu dalam pilkada," ujarnya.

Sebagai ketua partai di Sumbar, Mulyadi akan mengembalikan keputusan pengunduran diri itu ke Irwan Fikri. Karena yang menjalankan dan merasakan secara langsung adalah yang bersangkutan.

"Sehari-hari, apalagi Irwan Fikri sudah menyatakan bahwa dia siap berkorban melepaskan jabatan demi kepentingan rakyat. Karena mengabdi itu tidak harus sebagai wakil bupati," imbuhnya.

"Apalah artinya memiliki jabatan sebagai wakil bupati, namun dipersulit dalam banyak hal untuk kepentingan rakyat. Lebih baik saya mundur saja, begitu kata Irwan Fikri kepada saya, ketika melaporkannya," sambung Mulyadi.

Ia mengungkapkan, pada Pilkada 2020, Andri Warman dan Irwan Fikri datang kepada dirinya meminta dukungan untuk maju sebagai pasangan bupati dan wakil bupati.

"Saya berpesan apabila terpilih, sebagai pemimpin agar berorientasi kepada kepentingan rakyat dengan mewujudkan kerja nyata yang bisa menjadi sebuah legacy, sehingga dikenang oleh masyarakat. Nanti saya coba hubungi bupati agam," ujar Mulyadi.