Demokrat soal Isu Reshuffle: Serahkan ke Presiden Supaya Kerja Nyaman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron di kompleks parlemen, Rabu (29/5/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron di kompleks parlemen, Rabu (29/5/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan

Sekjen Demokrat, Herman Khaeron merespons isu reshuffle kabinet yang kembali muncul ke permukaan. Menurutnya, persoalan reshuffle diserahkan saja sepenuhnya ke Presiden Prabowo Subianto.

“Kalau masalah reshuffle kita serahkan kepada Presiden ya, karena bagaimanapun seluruhnya itu adalah otoritas dan hak prerogatifnya Presiden,” ucap Herman di DPR, Kamis (16/4).

“Jadi Pak Presiden ini ya akan melakukan reshuffle atau tidak, memilih siapa, ya itu adalah urusannya Beliau,” tambahnya.

Menurut Herman, dengan mempercayakan urusan reshuffle ke Prabowo, maka Prabowo akan bekerja dengan nyaman untuk menghadapi tantangan ke depan.

“Sehingga kita serahkan saja supaya juga Beliau bisa bekerja dengan nyaman dan mampu untuk bisa melewati berbagai tantangan dalam pembangunan ini dan pada akhirnya ke depan Pak Presiden bisa sukses memimpin negeri ini dan kesuksesannya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara Pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menyebut reshuffle kabinet tinggal menunggu waktu.

“[Reshuffle] Tunggu saja," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Saat ditanya apakah reshuffle akan dilakukan di bulan ini, Teddy mengatakan Presiden Prabowo Subianto yang akan langsung menjelaskan.

"Nanti Bapak Presiden yang akan menceritakan," ujarnya.