Demonstran di Hong Kong Cegah Warga Gunakan Transportasi Umum

Massa pro-demokrasi di Hong Kong melancarkan aksi mogok kerja dengan berdiam. diri di stasiun kereta, bandara, dan juga beberapa titik jalanan pada Senin (5/8) .
Demo tersebut menyebabkan sejumlah perjalanan kereta dan penerbangan dibatalkan.
Massa turun ke stasiun kereta bawah tanah tepat pada jam-jam sibuk orang berangkat kerja.
Dengan sengaja, mereka berdiri di pintu kereta agar tidak ada kereta yang berangkat. Aksi itu menimbulkan antrean panjang serta memicu bentrokan antara penumpang yang marah dan pengunjuk rasa.
Lebih dari 100 penerbangan di bandara di Hong Kong dibatalkan setelah otoritas setempat memberi peringatan tentang adanya potensi gangguan. Salah satu penerbangan yang membatalkan penerbangan mereka adalah maskapai Cathay Pacific.
Massa pro-demokrasi juga turut memblokade jalanan. Kemacetan parah di sejumlah titik wilayah terjadi di Hong Kong.
Dilansir AFP, Senin (5/8), penyelenggara aksi mengatakan ada 14.000 orang yang ikut serta dalam aksi mogok ini. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil dan pekerja sosial, pramugari, pilot, pengemudi bus, hingga bahkan karyawan Disneyland.
"Selama pemerintah tidak menanggapi maka pasti gerakan protes akan meningkat," kata seorang pegawai negeri sipil, Leung.
Gerakan massa pro-demokrasi di Hong Kong merupakan buntut dari aksi protes RUU Ekstradisi. Gerakan yang pada awalnya bergerak untuk menolak penerapan UU yang memungkinkan pelaku kriminal di Hong Kong untuk diadili di China, berkembang menjadi gerakan yang lebih luas untuk reformasi demokrasi.
Secara rutin sejak 2 bulan lalu, aksi protes terus dilakukan oleh massa. Aksi dalam dua minggu terakhir pun diwarnai dengan gelombang kekerasan, polisi berulang kali menembakan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
