Demonstran Pro-Palestina Gelar Unjuk Rasa di Atap Gedung Parlemen Australia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjuk rasa pro-Palestina menggantung spanduk di puncak Gedung Parlemen di Canberra, Australia, Kamis (4/7/2024). Foto: AAP/Lukas Coch/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjuk rasa pro-Palestina menggantung spanduk di puncak Gedung Parlemen di Canberra, Australia, Kamis (4/7/2024). Foto: AAP/Lukas Coch/via REUTERS

Demonstran pro-Palestina memanjat atap kantor parlemen Australia di Canberra pada Kamis (4/7) pagi. Mereka menggelar aksi dukungan terhadap Palestina serta membentangkan spanduk.

Keempat demonstran yang memanjat gedung parlemen berpakaian serba hitam. Para demonstran berada di atas gedung selama satu jam.

Salah satu spanduk bertuliskan: 'from the river to the sea, Palestine will be free'.

Pengunjuk rasa pro-Palestina menggantung spanduk di puncak Gedung Parlemen di Canberra, Australia, Kamis (4/7/2024). Foto: AAP/Lukas Coch/via REUTERS

Sedangkan demonstran lainnya menyampaikan pernyataan. Dia menyebut Pemerintah Israel melakukan kejahatan perang di Gaza.

"Kami tak akan lupa, kami tak akan memaafkan dan kami akan melanjutkan perjuangan," kata demonstran itu seperti dikutip dari Reuters.

Polisi kemudian membubarkan aksi para demonstran pro-Palestina. Spanduk berisi dukungan terhadap perjuangan Palestina juga diminta ditutup.

"Ini merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan parlemen," kata salah satu anggota parlemen James Peterson seperti dikutip dari Reuters.

Pengunjuk rasa pro-Palestina menggantung spanduk di puncak Gedung Parlemen di Canberra, Australia, Kamis (4/7/2024). Foto: AAP/Lukas Coch/via REUTERS

"Gedung ini direnovasi dengan biaya besar untuk mencegah adanya penyusupan seperti ini. Diperlukan investigasi," sambung dia.

Sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023 lalu, demo pro-Palestina rutin terjadi di Australia. Beberapa dilakukan di kota besar serta kampus ternama.

Sedangkan sampai sekarang Australia belum mengakui kedaulatan Palestina. Menlu Penny Wong menyebut pengakuan baru akan dilakukan jika perdamaian antara Israel dan Palestina terwujud.