Demonstrasi Anti-lockdown di Jerman Memanas, Polisi Kerahkan Water Cannon

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kepolisian mengeluarkan demonstran dari alun-alun saat berunjuk rasa menentang pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian mengeluarkan demonstran dari alun-alun saat berunjuk rasa menentang pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Kepolisian Jerman mengerahkan water cannon dan semprotan merica terhadap demonstran yang menentang lockdown. Para demonstran yang jumlahnya diperkirakan 20 ribu itu juga menentang peraturan pemerintah terkait penanganan COVID-19.

Demonstrasi yang semula kondusif berubah menjadi penyampaian aspirasi dengan kekerasan. Sejumlah demonstran melemparkan botol ke arah polisi.

Model virus corona terlihat melekat pada tanda selama protes terhadap pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Para demonstran yang berasal dari seluruh wilayah di Jerman berkumpul di Pusat Kota Kassel, untuk melakukan long march menentang kebijakan lockdown. "Botol-botol dilempar dan ada upaya untuk menerobos barikade polisi," kata pihak polisi Jerman di Twitter, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/3).

Pihak kepolisian mengatakan, para demonstran tak mematuhi instruksi pemerintah mengenai protokol kesehatan. Mereka juga menolak menggunakan masker dan menjaga jarak dalam demonstrasi yang dilakukan.

Ilustrasi polisi di Jerman. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Para demonstran membawa papan bertuliskan perlawanan atas kebijakan pemerintah Jerman dalam hadapi COVID-19. "Tidak ada kewajiban untuk vaksinasi," salah satu papan bertuliskan kalimat tersebut.

Di lokasi yang sama, demonstrasi yang kontra dengan mereka pun melakukan unjuk rasa. Mereka menggunakan masker dan membawa papan bertuliskan 'vaksinasi'. Diketahui lockdown di Jerman diberlakukan hingga 28 Maret 2021.

Protes terhadap pembatasan COVID-19 pemerintah di Kassel, Jerman (20/3). Foto: Thilo Schmuelgen/Reuters

Jerman saat ini memasuki bulan keempat penerapan lockdown, dan mereka tengah berupaya untuk melakukan vaksinasi massal. Jerman terbilang tertinggal dibandingkan Amerika dan Inggris soal vaksinasi.

Banyak orang di Jerman yang khawatir akan nasib perekonomian mereka di tengah lockdown, terutama di sektor wisata dan pertokoan.

Para pejabat di Jerman sudah bertemu dan membahas mengenai opsi pencabutan lockdown. Akan tetapi, mengingat kasus positif yang masih tinggi, langkah itu dinilai terlalu dini untuk diterapkan. Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Johns Hopkins University, angka terjangkit COVID-19 di Jerman sudah mencapai 2.658.632 kasus, dengan angka kematian hampir mencapai 75 ribu.