Demonstrasi di DPR dan KPK: Ada Aksi Bakar Ban hingga Nyalakan Flare
·waktu baca 4 menit

Demonstrasi terjadi di Depan Gedung DPR RI dan Gedung KPK pada Kamis (6/4). Demonstrasi massa di dua lokasi terpisah itu membawa isu berbeda.
Di DPR demonstrasi dilakukan oleh sejumlah perwakilan BEM universitas. Mereka menolak Perppu Cipta Kerja yang sudah disahkan DPR menjadi undang-undang beberapa waktu lalu.
Sementara di KPK, demonstrasi dilakukan oleh dua organisasi mahasiswa, HMI dan PMII. Mereka meminta Dewan Pengawas (Dewas) mengevaluasi Ketua KPK Firli Bahuri.
Aksi kemudian juga dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada sore hari, juga di KPK. Demonstrasi sempat ricuh.
Berikut rangkuman demonstrasi tersebut:
Demonstrasi di DPR RI
Demonstrasi digelar sejak siang hingga malam hari. Pantauan pada pukul 16.50 WIB, jalan di Gatot Subroto di depan Gedung DPR ditutup imbas demo tersebut.
Sejumlah BEM yang hadir dalam demonstrasi itu yakni BEM UI, BEM Trisakti, BEM UIN Jakarta hingga BEM Pelita Bangsa.
Akibat demo ini, kemacetan terjadi di sekitar lingkungan DPR di tengah jam menjelang buka puasa. Petugas keamanan terlihat menjaga jalannya demonstrasi agar berjalan kondusif.
Mereka bergantian memberikan orasi di atas mobil aksi demo. Mereka ingin DPR mencabut Perppu Cipta Kerja.
"Kami menuntut untuk mencabut Perppu Cipta Kerja kepalkan tangan untuk buktikan mahasiswa tidak ditunggangi," kata salah satu orator.
"Kita mau diam apa lawan," teriak orator.
'Lawan," teriak mereka.
Sejumlah BEM terlihat memasang tulisan di sepanjang tulisan seperti 'Sudah Tidak Percaya' hingga 'Cabut Perppu Cipta Kerja'.
Dalam aksi tersebut, massa juga terlihat sempat membakar ban. Aksi kemudian mulai tereskalasi. Demonstran terpantau sempat mencoba mendobrak pagar DPR, juga sempat membakar water barrier.
Memasuki malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, massa masih bertahan di depan gedung DPR. Mereka kembali membakar ban.
Satu jam kemudian, massa bubar. Dikutip dari TMC Polda Metro Jaya, lalu lintas sekitar DPR pun sudah kembali dibuka normal.
"Kegiatan penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI saat ini sudah selesai, untuk arus lalu lintas di kembali normal," demikian ditulis akun TMC Polda Metro Jaya di Twitter pukul 20.37 WIB.
Demonstrasi di Depan Gedung KPK
Dalam aksinya, HMI dan PMII, meminta Dewan Pengawas (Dewas) mengevaluasi Ketua KPK Firli Bahuri.
Tuntutan itu sebagai buntut dari kebijakan dan kontroversi terkait keputusan Firli Bahuri dkk belakangan ini. Dari pemberhentian terhadap Brigjen Endar Priantoro hingga dugaan bocornya dokumen rahasia penyelidikan kasus korupsi di Kementerian ESDM.
Dalam aksinya, sekumpulan mahasiswa tersebut membawa beragam spanduk yang bertuliskan nada kritik ke Firli Bahuri: 'KPK milik rakyat, bukan milik Firli Bahuri', hingga tuntutan agar Firli Bahuri dibebastugaskan, 'Bebastugaskan Firli sebagai Ketua KPK'.
Ketua Umum PB PMII Muhammad Abdullah Syukri mengatakan, Firli Bahuri harus segera dievaluasi oleh Dewas KPK.
Syukri menilai, pemberhentian Brigjen Endar Priantoro selaku Direktur Penyelidikan dengan alasan masa tugas berakhir menuai kritik. Kebijakan itu disebut melanggar kode etik dalam nilai dasar KPK yakni sinergi yang harmonis dengan instansi lain.
Tak hanya itu, pemecatan sepihak itu juga dinilai salah. Ada dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam mengembalikan anggota polri.
Buntutnya, kata dia, integritas KPK dipertanyakan publik. Terlebih, Firli Bahuri dianggap tidak hanya sekali ini saja membuat kontroversi. Pernah diadukan terkait penggunaan Helikopter untuk urusan pribadi, dan dinyatakan melanggar etik terkait itu.
Syukri juga mencurigai kebijakan Firli Bahuri ini dinilai terkait kepentingan politik pribadi. Dia disebut turut bermain politik praktis.
"Salah satu buktinya adalah banyak tersebar baliho bergambar Firli sebagai calon presiden di berbagai daerah. Juga banyak kelompok-kelompok masyarakat yang terus mencoba mendorong Firli ikut kontestasi Pilpres 2024 mendatang," kata Syukri.
Kemudian, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga turut menggelar unjuk rasa di Gedung Merah Putih KPK di hari yang sama. Mereka menuntut Ketua KPK Firli Bahuri mundur.
Massa awalnya menggelar aksinya di depan halaman Gedung Merah Putih. Setengah jam kemudian, mereka merangsek masuk ke lobby KPK.
Di sana mereka berorasi sambil meneriakkan yel-yel 'copot, copot, copot, copot Firli Bahuri sekarang juga'. Tak hanya itu, puluhan massa itu sempat menyalakan flare. Aksi sempat ricuh dan terjadi dorong-dorongan.
Aksi mereka di lobi Gedung Merah Putih KPK itu berlangsung hingga waktu buka puasa.
