Dengarkan Keluhan Pelaku Usaha di Cirebon, Gibran Dorong Digitalisasi UMKM
·waktu baca 2 menit

Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kota Cirebon, Jawa Barat. Ia ditemani sang istri, Selvi Ananda, mengunjungi sentra Batik Trusmi yang juga sebagai pusat oleh-oleh di kota itu.
Di sana Gibran mendengarkan aspirasi dari sejumlah pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Para pelaku UMKM itu berkumpul di acara 'Gibran Mendengar bersama UMKM Se-Cirebon'.
Salah satu yang memberikan keluhan adalah Intan, pelaku UMKM yang menjual produk makanan ringan. Ia mengeluhkan sulitnya perizinan sertifikasi dan pemasaran produknya di Cirebon.
“Kepercayaan ke masyarakat itu sekarang minim pak, rata-rata dengan NIB dan halal itu mencari kepercayaan susah, dengan embel-embel nanti ada biaya enggak? Nanti jadi enggak nih? Jadi UMKM itu punya trauma-trauma,” kata Intan kepada Wali Kota Solo itu pada Sabtu (6/1).
Gibran lantas menanyakan mengenai OSS (Online Single Submission) yang memudahkan untuk pelaku usaha mendapatkan izin usaha serta nomor induk berusaha (NIB).
“Kalau mau naik kelas harus punya NIB, harus ikut inkubasi,” ujar Gibran.
Lebih lanjut, Gibran menyebut akan mendorong digitalisasi UMKM agar semakin mudah mendapat izin usaha dan menurunkan pungli.
“Makannya ada OSS, kalau OSS kan NIB paling lama 30 menit deh untuk perusahaan yang berisiko rendah. Terus kan sekarang kan ada sertifikasi halal, di sini ada masyarakat ekonomi syariah enggak ya? MESS,” kata dia.
“Nanti kita dorong lagi, pokoknya kita dorong digitalisasi kalau warga sudah pernah merasakan ngurus pakai OSS tanpa pungli, cepat, nanti pasti pada mau semua kok,” pungkasnya.
Selain Intan, pelaku UMKM lainnya, Dani Maulana juga menyebut keluhannya sebagai industri rumahan yang masih manual. Ia juga meminta kepada Gibran agar dibantu untuk pemasaran ke pasar yang lebih luas.
