Denpom Periksa Oknum TNI yang Terjaring Razia di Klub Malam di Denpasar

Seorang prajurit Kodam IX/Udayana diduga terjaring dalam operasi penegakan ketertiban yang dilakukan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di sebuah kelab malam di Denpasar, Bali, Sabtu (19/9).
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan prajurit tersebut kini masih menjalani pemeriksaan di Denpom IX/3 Denpasar. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara utuh kronologi dan fakta terkait keberadaan prajurit tersebut di lokasi.
"Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Denpom IX/3 Denpasar. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi," ujar Amrizal dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/9).
Amrizal mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Tim Bareskrim Mabes Polri sebelumnya telah berkoordinasi dengan Denpom IX/3 Denpasar untuk mengantisipasi apabila terdapat anggota TNI yang berada di lokasi.
Koordinasi dilakukan karena Bareskrim Mabes Polri akan melaksanakan operasi penegakan ketertiban di salah satu tempat hiburan di Denpasar.
"Sebelumnya telah dilakukan koordinasi dengan Denpom IX/3 Denpasar untuk mengantisipasi apabila terdapat anggota TNI di lokasi," jelasnya.
Tim Denpom IX/3 Denpasar kemudian melaksanakan penertiban bersama Tim Bareskrim Mabes Polri. Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan seseorang yang diketahui merupakan anggota TNI.
Anggota tersebut kemudian diamankan oleh Denpom IX/3 Denpasar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Amrizal menegaskan Kodam IX/Udayana menghormati proses hukum yang berjalan dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Menurutnya, pihaknya tidak akan memberikan toleransi apabila nantinya ditemukan pelanggaran yang dilakukan prajurit.
"Apabila dari hasil pemeriksaan nantinya terbukti ada pelanggaran hukum maupun ketentuan disiplin dan kode etik prajurit, tentunya akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan dan mekanisme hukum yang berlaku," ujar Amrizal.
Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung.
"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui secara utuh kronologi dan fakta yang terjadi," katanya.
