Densus 88 Tangkap Taufik Bulaga, ‘Profesor’ Bom dan Murid Kesayangan Azahari

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri. ANTARA FOTO/Ariesanto
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Densus 88 Antiteror Mabes Polri. ANTARA FOTO/Ariesanto

Polri akhirnya buka suara terkait penangkapan teroris dan ahli perakit bom bernama Taufik Bulaga di Desa Sari Bawono, Kecamatan Way Seputih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Rabu (25/11).

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, Taufik ditangkap dalam operasi Densus 88 sejak Senin (23/11). Taufik saat ini telah dibawa ke Jakarta.

“Ya terjadi tanggal 23-25 November ada penindakan terhadap TF (Taufik) beberapa kelompok DPO,” kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/11).

Awi belum dapat membeberkan secara detail penangkapan tersebut. Saat ini Densus 88 juga tengah masih melakukan operasi penangkapan teroris.

“Saya belum bisa sampaikan, karena kami belum mendapatkan data lengkapnya,” ujar Awi.

Ilustrasi bom. Foto: Indra Fauzi/kumparan

Taufik Bulaga diketahui merupakan seorang pimpinan jaringan teroris, sekaligus ahli perakit bom. Dia selama ini masuk dalam jajaran buron kasus terorisme nomor wahid alias paling diburu.

Menurut informasi yang dihimpun, Taufik merupakan teroris yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak beberapa tahun lalu.

Ia juga disebut sebagai murid kesayangan Dr Azahari, teroris asal Malaysia, otak di balik Bom Bali 2002, Bom JW Marriott 2003, dan Bom Bali 2005. Dr Azahari telah ditembak mati di Batu, Malang, Jawa Timur, tahun 2005 silam.

Taufik diduga kuat berada di balik bom bunuh diri Ahmad Yosepa Hayat di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jawa Tengah, 25 September 2011 lalu.

kumparan post embed