Densus 88 Ungkap Modus Penggalangan Dana Teroris di 2023: Pakai Uang Kripto
·waktu baca 2 menit

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 142 orang terduga teroris sepanjang tahun 2023. Sebanyak 4 tersangka di antaranya diduga berperan sebagai pengumpul dana.
Juru bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar mengatakan, salah satu penggalangan dana dilakukan seorang teroris dari kelompok teror Anshor Daulah (AD). Dia menghimpun dana mengatasnamakan yayasan World Human Care. Uangnya diubah dalam bentuk kripto.
"Dari kelompok Ansor Daulah dengan memanfaatkan yayasan yang disebut World Human Care. Hasilnya dikirim ke Suriah dalam bentuk cryptocurrency. Fundrising AD itu besar, hampir Rp 6 M," kata Aswin dalam jumpa pers, Rabu (20/12).
Selain itu, ada dua teroris lain dari jaringan Jemaah Islamiyah yang melakukan penggalangan dana dengan mengusung tema sosial.
"Dari jaringan JI ada 2 orang ini melakukan fund rising mengatasnamakan salah satu yayasan amal kelompok JI yang selalu mengusung tema-tema sosial, pendidikan, pada akhirnya dana disalurkan kelompok JI," beber dia.
Terakhir, ada seorang tersangka dari kelompok Jemaah Anshorut Syariah (JAS) yang melakukan penggalangan dana melalui sosial media. Ia berhasil menghimpun dana sebesar Rp 6 juta.
"Dari JAS penggalangan dana dari media sosial. Setelah kita sidik, dana itu digunakan untuk memberangkatkan sekelompok orang yang berangkat ke Suriah," tandasnya.
