Depok Akan Bangun 4 Koridor Transportasi Berbasis Rel, Biaya Rp 12 T

30 Januari 2020 11:08 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana di alun-alun Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/1).  Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di alun-alun Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/1). Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
ADVERTISEMENT
Pemkot Depok berencana membangun moda transportasi baru berbasis rel. Tak tanggung-tanggung, mereka membutuhkan dana Rp 12 triliun untuk mewujudkan 4 koridor transportasi baru ini.
ADVERTISEMENT
"Wacana ini ilmiah karena berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh para pakar," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris seperti dikutip dari Antara, Kamis (30/1).
Sejumlah warga menyeberang di rel kereta dekat Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Selasa (5/11/2019). Foto: Jamal Ramdhan/kumparan
Idris mengatakan, pembangunan ini tak lain untuk mengurangi kemacetan di Depok. Sejauh ini, wacana pembangunan transportasi berbasis rel masih didiskusikan dengan Kementerian Perhubungan. Bila memungkinkan, transportasi ini segera dibangun.
"Sebenarnya saya bertemu dengan Sekjen Kemenhub terkait dengan masalah transportasi dan lalu lintas. Namun pada saat yang sama saya ajukan studi kelayakan transportasi berbasis rel untuk dikaji," jelas dia.
Mohammad Idris, Wali Kota Depok Foto: kumparan/Laurens
Idris memang belum mengungkap transportasi rel apa yang akan dibangun. Namun, setidaknya layanan transportasi itu memiliki 4 koridor. Transportasi itu nantinya akan terintegrasi dengan transportasi massal lainnya yang sudah ada saat ini.
ADVERTISEMENT
Adapun rincian koridornya adalah:
"Jadi untuk satu koridor dibutuhkan biaya Rp 3 triliun," tutur dia. Biaya yang mahal ini membuat Idris berencana mengundang investor untuk memasuki proyek ini.
ADVERTISEMENT
Idris berharap proyek pembangunan transportasi publik berbasis rel ini bisa ditetapkan menjadi Proyek Strategi Nasional (PSN) serta direalisasikan serta bisa mendapatkan pendampingan dari Kemenhub.