Desa Way Muli dan Kunjir di Lampung Selatan Terparah Dihantam Tsunami

BPBD Lampung Selatan bersama TNI dan Polri serta instansi terkait terus mengevakuasi dan mendata korban tsunami yang melanda Lampung Selatan pada Sabtu (22/12) malam.
Berdasarkan data BPBD Lampung Selatan, ada dua desa di Kecamatan Rajabasa yang rusak parah akibat terjangan tsunami. Dua desa itu yakni Way Muli dan Kunjir.
"Way Muli dan Kunjir, dua desa ini terberat," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lampung Selatan Efendi di Posko Kunjir, Lampung Selatan, Senin (24/12).

Efendi mengungkapkan, untuk menampung para pengungsi dari dua desa itu dan daerah lainnya di Lampung Selatan, pihak Pemda sudah menyiapkan lima posko. Ia juga mengatakan fasilitas dalam posko itu sudah sangat cukup memadai.
"Untuk posko besar itu ada lima, satu di rumah Dinas Bupati, satu di depan Kantor Bupati dan (tiga) posko pelayanan yang ada di desa. Jadi posko itu lengkap ada pelayanan kesehatan hingga dapur umum," jelas Efendi.
Sementara untuk jumlah warga yang mengungsi, lanjut Efendi, hingga malam ini tercatat ada sekitar 1.500 pengungsi yang tersebar di lima posko. Efendi mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah pengungsi akan terus bertambah.

"Ini belum resmi betul. Jadi di Desa Kunjir ada sekitar 800-an (pengungsi) dan di Rajabasa ada sekitar 700-an, itu sementara di dua wilayah terberat," pungkas Efendi.
Sebelumnya, salah satu saksi mata bernama Herman (43) mengungkapkan detik-detik terjadinya tsunami di Lampung Selatan. Herman yang tinggal di Kecamatan Rajabasa mengaku tinggi gelombang tsunami itu mencapai 3 meter.
"Ombak itu tingginya sekitar satu setengah hingga tiga meter," ucap Herman.

Berdasarkan data terkini dari BNPB, bencana tsunami di Selat Sunda itu menyebabkan 373 orang meninggal dunia, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi terdapat di 5 kabupaten.
