Desakan Investigasi Penyeberangan Laut Buntut Terbaliknya Kapal Virgo

Insiden kecelakaan laut yang menimpa kapal penumpang Virgo Transport 8 (KM Virgo / KMP Virgo) di Laut Jawa memicu perhatian luas dari pemerintah pusat hingga DPR RI.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dan evakuasi korban yang tersisa dari total manifes penumpang. Di sisi lain, pemerintah mendorong investigasi menyeluruh dan evaluasi keselamatan moda transportasi laut guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Berikut kumparan rangkum:
Duka Presiden Prabowo dan Janji Investigasi Penyebab Kecelakaan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka dan doa mendalam untuk para korban kecelakaan kapal Virgo di Banjarmasin. Ungkapan duka ini disampaikan saat meresmikan LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai.
Prabowo mendoakan keluarga korban yang ditinggalkan agar diberi ketabahan. Ia juga memastikan pemerintah bakal melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti terbaliknya kapal.
“Kita terus akan melakukan investigasi, menyelidiki apa sebab dan kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik,” kata Prabowo.
Menhub Ungkap Instruksi Presiden dan Evaluasi Alur Pelayaran
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta dilakukan investigasi terkait banyaknya kecelakaan kapal yang terjadi belakangan ini. Menhub menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan di Posko Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Dudy menjelaskan, kementeriannya akan terus berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk memantau alur pelayaran yang dinilai rawan atau berbahaya.
“Ya kita akan sampaikan sesuai dengan apa yang disampaikan BMKG, kita akan lihat alur-alur di mana yang memang oleh BMKG dianggap apa namanya, pelayarannya cukup membahayakan atau memang masih bisa dilayari oleh kapal-kapal,” tandas dia.
Pimpinan DPR Desak Audit Total Armada Penyeberangan
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kapal-kapal penyeberangan pascainsiden kecelakaan KMP Virgo.
Desakan ini menyusul insiden kecelakaan berulang yang melibatkan armada kapal motor penyeberangan (KMP) Virgo dalam beberapa waktu terakhir. Cucun menegaskan bahwa langkah audit keselamatan laut harus dilakukan secara tegas agar kelayakan kapal dan keselamatan penumpang benar-benar terjamin.
Berdasarkan data terkini dari insiden kapal tersebut, total penumpang selamat berjumlah 108 orang, sementara 6 orang meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih belum ditemukan.
Rencana Salvage Tim SAR: Balikkan Kapal Virgo untuk Evakuasi
Pencarian oleh Tim SAR Gabungan terus difokuskan untuk menyisir dan mengevakuasi korban yang belum ditemukan. Tim SAR berencana melakukan tindakan pengangkatan atau membalikkan (salvage) bangkai Kapal Virgo Transport 8 untuk mencari korban yang diduga terperangkap di dalam kapal.
Kewenangan proses salvage ini membutuhkan penanganan khusus. Operasi ini dilakukan oleh tim ahli dari dalam maupun luar negeri dari Hong Kong dan Amerika.
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan berat, terutama ketika kapal terbalik atau tenggelam.
“Selanjutnya kita laksanakan pencarian di dalam kapal untuk evakuasi setelah itu baru kapal ditarik untuk investigasi,” ujar Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana.
Harap-harap Cemas Keluarga Menanti Kabar Korban
Duka mendalam dan rasa cemas menyelimuti keluarga korban terbaliknya Kapal Virgo Transport 8. Dadi Supriyadi (64), warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dengan setia menunggu kabar baik mengenai keberadaan anaknya, Gery Donovan (35).
Gery bertolak ke Banjarmasin untuk melaksanakan tugas dari tempat kerjanya melalui jalur Surabaya dengan menaiki Kapal Virgo Transport 8. Sebelum berangkat, Gery sempat berpamitan dan berbincang hangat dengan Dadi.
“Ngobrol biasa aja. Ngobrol keluarga,” kata Dadi.
“Ya, nanti mungkin yasinan lagi, doa terus supaya Gery ketemu, mudah-mudahan dalam keadaan selamat. Kalaupun lima-enam hari di laut, kalau takdirnya belum meninggal ya enggak meninggal. Yang penting sekarang ketemu dulu aja,” ucapnya lirih.
Keluarga berharap pencarian tim SAR dapat segera membuahkan hasil.
“Belum ketemu, mau gimana lagi, sabar lah. Nunggu kabar saja, keluarga yang di Bogor, keluarga besar istrinya Gery yang di Bangka, juga sama nunggu kabar saja,” ucapnya.
