Desakan Minta Maaf hingga Evaluasi untuk Pembuat Pidato Jokowi soal Bipang

10 Mei 2021 7:27 WIB
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
zoom-in-whitePerbesar
Muasal Presiden Jokowi pidato menyebut Bipang Ambawang sebagai kuliner Lebaran. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi tengah menjadi sorotan masyarakat luas. Pemicunya, akibat pidatonya yang menyinggung Bipang Ambawang kala mengajak masyarakat belanja kuliner secara online bagi yang rindu dengan makanan khas daerah di tengah pelarangan mudik Lebaran.
ADVERTISEMENT
Pidato itu disampaikan Jokowi dalam acara Hari Bangga Buatan Indonesia. Pidato itu lalu diunggah dalam akun YouTube Kementerian Perdagangan pada 5 Mei 2021.
Bipang adalah singkatan dari babi panggang. Sedangkan Bipang Ambawang merupakan nama restoran yang menawarkan babi panggang khas Kalimantan Barat yang populer dengan tekstur krispi.
Menteri Perdagangan Muhammad Lufti memantau harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Foto: Kemendagri RI
Setelah pidato Jokowi memicu polemik, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu.
"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga pada produksi dalam negeri, termasuk berbagai kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita,” kata Lutfi.
Lutfi menjelaskan, konteks pernyataan Jokowi tak lain adalah mempromosikan produk kuliner dalam negeri. Ia menegasakan pernyataan Jokowi memang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam konteks yang luas karena kuliner nusantara sangat beragam dan memiliki kekhasan masing-masing.
Bipang Ambawang, babi panggang khas Kalimantan. Foto: Instagram/@bipangambawang

PKB Minta Tim Komunikasi Jokowi Dievaluasi

Meski Mendag sudah menyampaikan permohonan maaf, namun polemik Bipang Ambawang terus menjadi perdebatan di masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq bahkan mengkritik tim komunikasi Presiden. Maman menilai, tim komunikasi yang menjadi penyebab polemik ini.
"Pembuat brief dan teks dalam pidato Presiden adalah pihak yang paling bertanggung jawab, tim komunikasi memang harus dievaluasi kembali, ini penting berkaitan dengan posisi Presiden RI," ujar Maman.
Wasekjen PKB Maman Imanulhaq Foto: Fahrian Saleh/kumparan
Maman menuturkan, seharusnya ada pengecekan ulang yang dilakukan oleh tim komunikasi terhadap keseluruhan isi teks pidato sebelum dibacakan oleh Jokowi. Naskah itu harus dipastikan bebas dari segala unsur yang memicu polemik di tengah masyarakat.
"Sekali lagi soal tim komunikasi ini penting untuk lebih diperkuat berdasarkan data dan fakta serta mampu menyajikannya dengan bahasa yang lebih populer. Jadi menurut saya, pertama, memang evaluasi tim komunikasinya, yang kedua, seluruh bahan teks yang disediakan itu harus dibaca ulang bersama termasuk juga soal momentum dan sensitivitas," ucap Maman.
ADVERTISEMENT
Selain itu Maman juga mengkritik juru bicara Presiden Fadjroel Rachman. Menurut dia, Fadjroel harusnya meminta maaf terkait Bipang Ambawang.
"Presiden yang sudah bekerja keras untuk Indonesia jangan lalu didiskreditkan dengan persoalan-persoalan kecil remeh temeh babi panggang di saat Idul Fitri," tutur Maman.
Fahri Hamzah Foto: Indra Fauzi/kumparan

Fahri Hamzah Minta Tim Penulis Pidato Jokowi Harus Minta Maaf

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah juga ikut menanggapi polemik Bipang Ambawang. Ia menilai, Istana harus memberi klarifikasi dan tim penulis pidato harus segera menyampaikan permohonan maaf.
"Intinya harus ada klarifikasi segera dari Istana. Utamanya oleh Tim komunikasi yang inti, penulis pidato dan tim riset data. Tim penulis pidatonya minta maaf segera, kasihan Presidennya," kata Fahri.
Terkait apakah tim komunikasi yang terkait masalah Bipang Ambawang harus diganti atau tidak, Fahri menyerahkan kepada Jokowi. Tapi, ia menyoroti bahwa nama Jokowi seringkali rusak karena manajemen tim komunikasi yang salah.
ADVERTISEMENT
"Itu hak Presiden tapi memang kebanyakan nama Presiden rusak oleh gagalnya manajemen dapur. Presiden sering dibuat salah dan nampak salah: salah kata, salah data, salah tempat, salah waktu, dll," tutur Fahri.
Wakil Ketua TKN Arsul Sani di konferensi pers terkait sidang MK di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (17/6). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

PPP Minta Strategi Komunikasi Presiden Jokowi Harus Diperbaiki

Waketum PPP Arsul Sani ikut bersuara atas polemik Bipang Ambawang. Ia mendesak harus ada evaluasi mendalam pada tim komunikasi Presiden.
"PPP juga meminta agar ke depan tim komunikasi publik di jajaran pemerintahan lebih ikhtiyat atau berhati-hati dalam merencanakan detail komunikasi publik yang akan disampaikan oleh Presiden," ujar Arsul.
Wakil Ketua MPR ini menilai, kejadian tersebut dapat dijadikan pelajaran untuk pembenahan strategi komunikasi di internal Istana. Pemilihan momen untuk topik pidato tertentu, kata Arsul, juga harus dicermati agar ke depan tak ada kesalahan sama kembali terulang.
ADVERTISEMENT
"Kasus bipang ini perlu jadi pelajaran tentang perlunya strategi komunikasi diperbaiki. Sebenarnya jika di dalamnya ada narasi bahwa lebaran kali ini juga berbarengan dengan peringatan kenaikan Isa Almasih dan karenanya konteks mudik atau liburan tersebut juga untuk umat Kristiani, maka soal bipang ini tentu tidak akan segaduh ini," ucap Arsul.
Namun, Arsul menilai polemik Bipang Ambawang dianggap sudah selesai. Sebab Mendag sudah menyampaikan permohonan maaf.
"Dalam suasana bulan Ramadhan ini sudah seyogyanya maka kita sebagai warga masyarakat menerima permintaan maaf dari pemerintah tersebut. Sehingga kemudian, kasus ini harus dianggap case closed," tutup dia.
Ahmad Basarah memberikan salam saat Sidang Paripurna MPR di di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

PDIP Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi soal Polemik Bipang Ambawang

ADVERTISEMENT
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah ikut berkomentar terkait polemik Bipang Ambawang. Ia engatakan, jika masyarakat menyimak pidato Jokowi secara keseluruhan, akan tampak Jokowi menyampaikan Bipang Ambawang dalam konteks mencintai dan mempromosikan produk lokal Indonesia yang dapat dipesan secara online.
ADVERTISEMENT
"Pernyataan Jokowi tersebut diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam hal ini, masyarakat Indonesia yang beragam yang terdiri atas berbagai agama, suku, golongan, yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, juga kota-kota yang tersebar di seluruh Indonesia," kata Ahmad Basarah.
Wakil Ketua MPR itu tidak melihat Jokowi secara khusus tengah mempromosikan Bipang Ambawang yang merupakan nama restoran yang menawarkan babi panggang khas Kalimantan Barat.
Hal itu terlihat karena Jokowi turut menyebut sampel kuliner bangsa sendiri secara acak seperti gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang termasuk Bipang Ambawang dari Kalimantan Barat.
"Kita belum tahu persis apa itu makanan Bipang Ambawang itu. Ada yang menyebut babi panggang. Namun, Jubir Presiden Fadjroel Rahman menyebut Bipang adalah sejenis kue beras dari Kalimantan," ucap Basarah yang juga anggota DPR Fraksi PDIP ini.
ADVERTISEMENT
Ahmad Basarah menambahkan, Jokowi adalah penganut Islam yang baik dan pernah melaksanakan rukun Islam kelima ke tanah suci Makkah. Selain itu dalam beberapa kesempatan Jokowi juga memimpin salat berjemaah.
"Karena itu saya yakin tidak mungkin sebagai Muslim yang baik, Presiden sengaja mengajak umat Islam di Indonesia untuk memakan makanan yang diharamkan umat Islam, jika benar Bipang Ambawang adalah babi panggang," tambah dia.
Maka dari itu, Ahmad Basarah menyarankan seluruh masyarakat Indonesia melihat dengan jernih tujuan Jokowi dalam menyampaikan pidato di channel YouTube itu.
Fadjroel Rachman meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Fadjroel Sebut Bipang Adalah Kue Beras

Fadjroel Rachman kembali memberikan penjelasan soal bipang. Menurutnya bipang adalah sejenis kue beras yang juga dikenal di Kalimantan, Sulawesi dan juga di Jawa.
ADVERTISEMENT
"Bipang adalah nama generik makanan zaman dulu khas Kalimantan (Bepang), Sulawesi (Bepang) & Jawa (Jipang). Di kampungku Kalimantan Selatan, contohnya Bipang AA produksi Bahrul Ilmi (Desa Pingaran Ilir, Kec. Astambul, Kab. Banjar Martapura," tulis Fadjroel.
Penjelasan itu berbeda dengan yang disampaikan Jokowi yang menyebut lengkap Bipang Ambawang. Hal itu kemudian diklarifikasi Mendag Muhammad Lutfi lalu meminta maaf.
Sebab Mendag dengan jelas menyebut Bipang Ambawang bukan Bipang kue beras seperti disampaikan Fadjroel Rachman. Bipang Ambawang, merupakan kuliner khas daerah Kalimantan Barat yang merupakan masakan Babi Panggang.