Detik-detik saat Hilarius Meregang Nyawa di Duel Gladiator

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Polisi menggelar rekonstruksi kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo di ajang Duel Gladiator di Taman Palupuh, Bogor, Senin (25/9/2017). Adegan demi adegan diperagakan hingga akhirnya Hilarius meregang nyawa.

Empat orang tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi ini, yakni AB yang melakukan duel, HK yang menyuruh duel, MS sebagai wasit dan ikut serta, dan TB yang menyuruh melakukan duel.

Adegan pertama diawali oleh kedatangan para tersangka dan korban ke lokasi di Taman Palupuh. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan berkumpul di dekat gazebo.

Rekonstruksi Hilarius (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Tersangka TB menunjuk Hilarius untuk melakukan duel gladiator. Tersangka AB lawan duel Hilarius, Hilarius, dan saksi KD saling berhadapan sebelum adu gladiator.

Korban Hilarius sempat menendang lawan duelnya AB. Keduanya dipaksa untuk saling memukul oleh senior mereka. Hilarius jatuh tersungkur hingga dipindah dari arena duel ke area berumput.

Tersangka AB menendang Hilarius di bagian dada. Tendangan bukan cuma sekali, di tendangan kedua tidak mengenai dada karena ditangkis oleh tangan Hilarius.

AB juga sempat memukul wajah Hilarius sebelum akhirnya dilerai oleh wasit, MS.

Rekonstruksi Hilarius (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Tersangka MS memisahkan AB dan Hilarius karena Hilarius sudah tersungkur dan tidak sadarkan diri. Hilarius digotong 5 orang saksi, PS, VN, GN, ME dan MA ke gazebo yang ada di dekat lokasi. Mata Hilarius masih terbuka kala itu.

Saksi FR dan DB kemudian membawa Hilarius ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, namun nyawa Hilarius tidak berhasil diselamatkan.

Rekonstruksi penganiayaan Hilarius (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Sebelumnya diberitakan hasil autopsi jenazah Hilairus Selasa (19/9) lalu menunjukkan penyebab kematian Hilarius adalah karena adanya luka sobek di ulu hati akibat pemukulan.

"Kemarin dari hasil autopsi dokter forensik ada luka robek sepanjang 4 cm di ulu hatinya dan itu yang diperkirakan penyebab kematiannya. Ada benturan keras di hatinya sehingga hatinya itu robek," kata Kapolresta Bogor Kombes Ulung Sampurna Jaya dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (21/9/2017) lalu.

Selain itu, ada juga luka di pelipis kiri dan pendarahan di dalam rongga perut. "Ditemukan kekerasan oleh benda tumpul di pelipis kiri, robek pada organ hati 4 cm sehingga terjadi pendarahan dalam rongga perut yang menjadi penyebab Hilarius meninggal dunia," ujarnya.