Dewan Ketahanan Nasional Antisipasi Serangan Siber di Pemilu 2019

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) menggelar simulasi serangan siber. Latihan ini berlangsung untuk mempersiapkan koordinasi dalam pengambilan keputusan yang efektif antarlembaga dalam mengantisipasi insiden siber pada objek vital nasional.

Sekretaris Jenderal Wantannas Letjen Doni Monardo mengakui simulasi ini berlangsung juga untuk memetakan ancaman yang mungkin muncul selama tahapan Pemilu 2019 berlangsung.

"Tak lama akan memasuki tahun politik di mana ada Pilpres dan Pileg oleh karenanya apa yang disampaikan tentang ancaman proses pemilihan dapat membahayakan stabilitas kita," kata Doni dalam simulasi yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (24/7).

Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)

Selama pemilu berlangsung, Doni memperkirakan, akan ada serangan siber secara langsung dan terselubung. Serangan secara langsung akan menyerang pusat data Komisi Pemilihan Umum dengan tujuan mengubah informasi yang ada. Hal itu sudah terjadi di Pilkada.

"Atau terselubung seperti berita hoaks, ujaran kebencian, penyebaran virus komputer, kejahatan perbankan, penyebaran ideologi radikal, propaganda negatif, dan sebagainya," jelas Doni.

Setelah simulasi berlangsung, Doni mengatakan, akan tergambar sejauh mana keamanan siber di Indonesia.

Simulasi yang diselenggarakan Wantannas ini juga menggandeng Kementerian Dalam Negeri dan lembaga thinktank asal Jerman Konrad Adenauer Stiftung. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo turut hadir dalam simulasi ini.

Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acara simulasi serangan siber Wantannas di Grand Hyatt. (Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan)