Dewan Masjid DKI Imbau Durasi Salat Tarawih Dipersingkat, Ceramah 10 Menit

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi masjid. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masjid. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Berbagai peraturan dan imbauan telah diserukan demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan salat tarawih berjemaah di masjid. Mengingat situasi pandemi COVID-19 saat ini, keamanan jemaah saat beribadah jadi prioritas pihak masjid.

Meskipun pelaksanaan salat tarawih berjemaah di masjid telah diizinkan pemerintah, kegiatan tersebut tidak diperbolehkan berlangsung terlalu lama.

Ketua Dewan Masjid Indonesia DKI Jakarta, Makmun Al Ayyubi, menyebutkan, pihak DMI telah mengantisipasi panjangnya durasi salat tarawih dengan mengimbau imam masjid memilih surat-surat dengan ayat yang lebih pendek serta membatasi waktu ceramah.

“Oh iya. Kalau tarawih kita standar ya. Jadi dalam kondisi seperti ini, diharapkan pengertiannya dari para imam dan juga penceramah Ramadhan,” terang Makmun ketika dihubungi kumparan, Sabtu (10/9).

Umat Islam mendengarkan khutbah saat mengikuti salat Jumat dengan menerapkan jaga jarak fisik di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat (11/9/2020). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Tausiah atau ceramah ketika salat tarawih berjemaah, sebelum pandemi, dapat berlangsung cukup lama. Oleh karenanya, Makmun membatasi durasi ceramah hingga maksimal 10 menit.

“Itu biasanya ada kultum Ramadhan [saat tarawih]. Nah itu dia dipersilakan, tapi jangan lama, selama ceramah paling tidak 7 sampai 10 menit,” lanjutnya.

Penyingkatan durasi ini disebabkan oleh kekhawatiran akan penyebaran virus corona di lingkungan masjid.

Semakin lama seseorang berada di sebuah ruangan dengan orang banyak, sama halnya dengan ibadah salat berjemaah, dikhawatirkan penularan COVID-19 dapat menjadi semakin masif.