Dewan Pers: Keberlanjutan Media Bertumpu pada Karya Jurnalistik Berkualitas

Keberlanjutan media bertumpu pada karya jurnalistik yang berkualitas. Demikian Dewan Pers memberikan penegasan dalam acara 'Dialog dan Komitmen Penggiat Pers untuk Keberlanjutan Pers Indonesia' .
Acara digelar di aula kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/9).
Di masa sekarang ini saat arus digitalisasi mengalir deras, media dihadapkan dengan tantangan-tantangan yang semakin rumit untuk terus menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas.
Medium multiplatform di media jadi hal yang paling disorot dalam diskusi ini.
"Medium digital dengan platform model multiplatform sekarang juga menjadi tantangan yang cukup berat bagi independensi di media kita," jelas Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu.
Dalam diskusi tersebut dikatakan bahwa perubahan medium tersebut rentan dengan hoaks, misinformasi, dan disinformasi, terutama menjelang Pemilu 2024.
Itulah mengapa pihaknya merasa perlu segera disahkannya sebuah regulasi yang dapat memastikan karya-karya jurnalistik yang berkualitas itu terjaga.
"Kesepakatan ini mudah-mudahan bisa mempercepat agar bukan hanya soal pembagian pendapatan, tetapi membangun ekosistem jurnalisme berkualitas kita juga bisa terbangun dengan baik," jelas Ninik.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Indonesia, Arifin Asydhad, mendorong pemerintah untuk segera mengesahkan draf Perpres Publisher Rights demi keberlanjutan pers di Indonesia di tengah perubahan di dunia media yang cepat ini.
"Dan saya kira masih ada waktu untuk kita bersepakat. Untuk bisa menyelesaikan hal-hal kecil tadi untuk kita jadikan persamaan dan kekuatan dalam mendorong publisher rights ini segera disahkan," jelasnya.
Acara diskusi ini juga diikuti sejumlah perwakilan dari organisasi insan media seperti Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia Teguh Santosa.
