Dewan Pertimbangan IDI Kritik Ultah Khofifah: Kok Seolah Pandemi Tak Berarti

Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI, Prof Dr dr Zubairi Djoerban,SpPD(K), ikut mengkritisi pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang viral di media sosial. Ia mengaku bingung mengapa tamu undangan pesta tersebut menganggap enteng pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.
"Saya baru lihat video kerumunan yang diduga acara ulang tahun seorang kepala daerah. Kok seolah-olah pandemi tidak berarti apa-apa ya bagi beberapa kelompok," kata Zubairi dalam cuitan Twitternya @ProfesorZubairi yang dikutip kumparan, Minggu (23/5).
Diketahui, pesta ulang tahun Khofifah digelar di rumah dinas gubernur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/5). Dalam video yang viral, suasana pesta terlihat meriah dengan panggung musik, hiasan balon hingga lampu yang berwarna-warni.
Tamu undangan cukup ramai dan tak menjaga jarak meski memakai masker. Soal ini, Zubairi heran kenapa harus ada konser yang membuat tamu tentu otomatis berkerumun.
"Saya makin tidak mengerti. Kenapa tidak digelar privat saja tanpa konser. Apalagi situasinya masih prihatin. Merenung," pungkas dia.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim Heru Tjahjono telah mengklarifikasi sebagai orang yang menginisiasi ide pesta tersebut.
Tujuannya untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun Gubernur Khofifah dan Wakilnya Emil Dardak yang hanya berjarak satu hari.
""Itu surprise, tidak ada kehendak gubernur (Khofifah). Siapa pimpin? Sekda dan OPD. Sudah diswab, kita rutin diswab seminggu 3-2 kali, karena swab sekarang berlaku 2 hari," ucap Heru, Jumat (21/5).
