Dhio Daffa Akui Beli Racun di Toko Online 4 Kali: Arsenik dan Sianida

6 Desember 2022 17:57 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dhio Daffa (22) tersangka pembunuh orang tua, dan kakak kandungnya di Magelang, Jawa Tengah saat dihadirkan dalam jumpa pers.  Foto: Dok. Polresta Magelang
zoom-in-whitePerbesar
Dhio Daffa (22) tersangka pembunuh orang tua, dan kakak kandungnya di Magelang, Jawa Tengah saat dihadirkan dalam jumpa pers. Foto: Dok. Polresta Magelang
ADVERTISEMENT
Dhio Daffa (22), anak durhaka sekaligus tersangka kasus pembunuhan terhadap orang tua, dan kakak kandungnya di Magelang, Jawa Tengah, membeli racun arsenik dan sianida di online market place.
ADVERTISEMENT
Ia membeli dua jenis racun itu sebanyak 4 kali.
"Barang (beli) online melalui Tokopedia belanja sekitar 4 kali. Pertama tanggal 17 November arsenik 15 gram. Kedua 24 November arsenik 4 sampai 6 (paket), 1 paket isi 5 gram. Lalu tanggal 25 November belanja arsenik 20 gram, dan sianida 100 gram, tapi hanya 80 gram yang datang," ujar Dhio saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polresta Magelang, Selasa (6/12).
Barang bukti Dhio Daffa tersangka pembunuh orang tua, dan kakak kandungnya di Magelang, Jawa Tengah saat dihadirkan dalam jumpa pers. Foto: Dok. Polresta Magelang
Di hadapan awak media, pria berkepala plontos itu mengakui telah membunuh keluarganya. Ia juga mengatakan, percobaan pembunuhan itu dilakukan sebanyak dua kali.
"Percobaan pertama 5 gram dibagi 4 dawet, ke ibu diminum bersama di gelas ada ibu ayah kakak sama pakde. Lalu kedua sisa 10 gram sianida pakai 70 gram di teh dan di kopi," sebut dia.
ADVERTISEMENT
Sakit Hati Karena Merasa Dianaktirikan
Dhio mengaku sakit hati karena merasa dianaktirikan oleh ibu dan ayahnya. Ia merasa kedua orang tuanya lebih menyayangi kakaknya sehingga muncul rencana jahat itu.
"Karena sakit hati dari awal SMA, karena seperti dianaktirikan dalam keluarga. (Muncul niat membunuh) dari tanggal 15 November 2022," kata Dhio.
Dhio tega meracun orang tua dan kakak kandungnya hingga tewas pada Senin 28 November 2022. Ia mencampur sianida dengan teh dan es kopi yang kemudian diminum ketiga korban. Korban mengalami mual dan tewas seketika.

Penjelasan Tokopedia

Head of External Communications Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, menuturkan mereka menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan platform Tokopedia dan/atau pelanggaran hukum di Indonesia.
"Jika terdapat penjual yang terbukti melanggar syarat dan ketentuan Tokopedia maupun hukum yang berlaku di Indonesia–misalnya menjual produk yang tidak sesuai ketentuan–Tokopedia berhak menindak tegas dengan melakukan pemeriksaan, penundaan atau penurunan konten, banned toko atau akun, serta tindakan lain sesuai prosedur. Aksi kooperatif dengan para mitra strategis pun terus kami lakukan untuk menjaga aktivitas dalam platform Tokopedia tetap sesuai dengan hukum yang berlaku," jelasnya kepada kumparan, Kamis (1/12).
ADVERTISEMENT
Ekhel mengatakan, terdapat fitur pelaporan penyalahgunaan pada platform. Fitur ini memungkinkan masyarakat untuk melaporkan produk yang melanggar, entah itu aturan penggunaan platform Tokopedia maupun hukum di Indonesia.