Di Balik Erupsi Gunung Semeru, Ratusan Ternak Warga Mati Terpanggang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ternak warga yang mati akibat erupsi Gunung Semeru, di, Lumajang, Kamis (20/11). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ternak warga yang mati akibat erupsi Gunung Semeru, di, Lumajang, Kamis (20/11). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsagaan BPBD Lumajang, Sultan Syafaat, mengungkap ratusan ternak warga mati terpanggang lahar akibat erupsi Gunung Semeru, Rabu (19/11).

"Sapi 4 ekor, kambing atau domba 120 ekor," kata Sultan saat dikonfirmasi, Kamis (20/11).

Ia menjelaskan, kondisi ternak yang mati itu beragam. Bahkan ada yang tersangkut di pepohonan.

"Bangkainya ada yang tersangkut (pepohonan), ada yang masuk ke tanah," tuturnya.

Petugas mengecek sejumlah titik di desa Supitarang, Lumajang, usai erupsi Semeru, Kamis (20/11). Foto: Dok. Istimewa

Sultan menambahkan, kini para warga pun melaporkan sejumlah ternaknya yang masih selamat dan belum dievakuasi. Petugas pun segera mengecek.

"Petugas langsung mengecek ke lokasi aman bersama dari Dinas Peternakan dan dokter hewan," ungkapnya.

Sementara itu, ia juga mengabarkan hingga kini 900 warga sudah mengungsi. Sebab, status Gunung Semeru masih ada di Level IV atau Awas.