Di Bawah Pohon Sukun Bung Karno Merenungkan Pancasila

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taman Perenungan Bung Karno (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
zoom-in-whitePerbesar
Taman Perenungan Bung Karno (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Jika sedang berkunjung ke Ende, NTT, jangan lupa mampir ke Taman Perenungan Bung Karno. Di taman ini terdapat patung Bung Karno yang ditemani rindangnya pohon sukun.

Patung itu memang dibuat dan ditempatkan di dekat pohon sukun untuk mengenang saat-saat Bung Karno duduk dan merenungkan falsafah negara yang kelak melahirkan butir-butir Pancasila sebagai dasar negara Indonesia hingga saat ini.

Pohon sukun tempat Bung Karno merenung telah tumbang. Saat ini pohon sukun yang ada adalah hasil menanam pada tahun 1981.

Bukanlah tanpa alasan jika pemerintah daerah Ende kemudian menamakan tempat tersebut dengan nama ‘Taman Renungan Bung Karno’, dan menjadikan lokasi itu sebagai bagian dari sejarah. Mereka yang ingin berwisata sejarah ke Ende, tak pernah melewatkan taman ini, seperti pelajar-pelajar yang datang pada Rabu (10/8).

Mengutip Antara, Ende merupakan tempat bersejarah bagi lahirnya Pancasila. Di bawah pohon sukun yang rindang bercabang lima itulah Bung Karno mendapatkan buah pemikiran tentang Pancasila.

Dari tahun 1934--1938 dalam pengasingan di Ende yang jauh dari aktivitas politik, Bung Karno banyak meluangkan waktu bercengkerama dengan masyarakat setempat.

Bersama kaum pelaja Bapak Bangsa itu mengadakan diskusi keagamanaan, juga menyelenggatakan pertunjukan sandiwara atau tonil dengan rakyat biasa yang mayoritas buta huruf.

Pohon sukun di Taman Perenungan Bung Karno (Foto: ANTARA News/Kornelis Kaha)
zoom-in-whitePerbesar
Pohon sukun di Taman Perenungan Bung Karno (Foto: ANTARA News/Kornelis Kaha)

Aktivitas keseharian di Ende membuat Bung Karno banyak mempunyai waktu untuk merenung memikirkan masa depan bangsa dan negara Indonesia, yang kelak pada 17 Agustus 1945 kemerdekaannya diproklamirkan dirinya.

Bung Karno disebutkan menyarikan pikirannya bahwa bangsa yang kuat harus dibangun dengan pondasi ideologi yang kuat, layaknya pula pohon sukun.

Gagasan tentang Pancasila itu dikemukakan pertama kali oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Situs rumah pengasingan Bung Karno di Ende (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
zoom-in-whitePerbesar
Situs rumah pengasingan Bung Karno di Ende (Foto: ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)

Momentum tersebut yang kemudian oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadikan dasar untuk menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila dan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya sebagai hari libur nasional.

Tak jauh dari Taman Perenungan Bung Karno, terdapat rumah pengasingan Bung Karno. Rumah itu sekarang juga menjadi tujuan wisata sejarah.