News
·
14 Juni 2021 23:02
·
waktu baca 3 menit

Di Depan Siswa Seskoal, Gobel Bicara Ketahanan Nasional hingga Alutsista

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Di Depan Siswa Seskoal, Gobel Bicara Ketahanan Nasional hingga Alutsista (1089258)
searchPerbesar
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memberikan sambutan di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), Senin, 14 Juni 2021. Foto: Dok. Istimewa
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel memaparkan pentingnya aspek ekonomi dalam sistem ketahanan nasional. Hal itu ia sampaikan di hadapan para perwira siswa Sekolah dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal).
ADVERTISEMENT
"Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 ini, pemahaman terhadap ekonomi makin penting," kata dia dalam keterangannya, Senin, (14/6).
Gobel menyampaikan hal tersebut saat ia memberikan kuliah umum dengan tema Pembentukan Karakter Kepemimpinan Nasional di Masa Pandemi COVID-19 Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Terwujudnya Indonesia Tangguh.
Dalam acara itu hadir Wadan Seskoal Laksamana Pertama Imam Musani. Selain diikuti perwira dari TNI AL, pendidikan ini juga diikuti perwira dari TNI AD, TNI AU, Polri dan perwira dari Singapura, Malaysia, Pakistan, dan Uni Emirat Arab.
Politisi dari Partai Nasdem ini menyatakan salah satu kekuatan utama Indonesia adalah kekayaan alamnya yang berlimpah.
"Di masa pandemi ini, kita tak kekurangan pangan karena alam kita yang subur," kata dia.
ADVERTISEMENT
Dengan memahami fakta-fakta tentang kondisi dan potensi ekonomi, kata Gobel, maka pimpinan TNI bisa lebih komprehensif dalam menilai ketahanan nasional Indonesia.
"Tentang pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan adalah bukan dua hal untuk dipertentangkan. Keduanya harus berjalan beriringan. Harus bersama-sama. Tidak bisa satu per satu," kata dia.
"Tidak bisa kesejahteraan dulu, kemudian keamanan. Juga tidak bisa keamanan dulu, kemudian kesejahteraan. Keduanya saling terkait," ucapnya.
Dalam pemaparannya, Gobel juga menyatakan bahwa wilayah Indonesia sangatlah luas. Ia juga menyinggung soal sulitnya menempatkan personel TNI di seluruh pelosok negeri untuk menjaga keamanan. Sehingga kesejahteraan harus dikedepankan.
"Wilayah Indonesia sangat luas. Tak mungkin kita bisa menempatkan personelnya di seluruh pelosok negeri. Maka rakyat yang sejahtera merupakan alat pertahanan yang paling efektif. Tak mungkin negara kuat jika rakyatnya tidak sejahtera," kata dia.
ADVERTISEMENT
Namun demikian, ia juga mengatakan, luasnya wilayah Indonesia juga harus bisa dijaga oleh militer yang andal. Keamanan dan pertahanan yang baik menjadi jaminan bagi hadirnya investasi.
"Jika tidak kita yang menjaga maka investor itu nantinya yang akan membawa tentaranya untuk menjaga investasinya," ucapnya.
Di Depan Siswa Seskoal, Gobel Bicara Ketahanan Nasional hingga Alutsista (1089259)
searchPerbesar
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), Senin, 14 Juni 2021. Foto: Dok. Istimewa
Modernisasi Alutsista
Gobel juga bicara soal isu yang tengah hangat saat ini, yakni modernisasi alutsista. Dalam pemaparannya, modernisasi alutsista untuk TNI merupakan kebutuhan yang nyata.
"Teknologi terus berkembang, dan kita harus mengikutinya, termasuk untuk kebutuhan alutsista," ucapnya.
Agar tak semuanya bergantung pada luar negeri, ia juga menekankan pentingnya membangun industri pertahanan dan industri strategis di dalam negeri. Gobel juga menekankan tiga komponen sebagai yang perlu ditingkatkan. Apa saja?
ADVERTISEMENT
Pertama, kualitas sumberdaya manusia. Kedua, nilai-nilai budaya. Ketiga, penguasaan terhadap sains dan teknologi.
"Nah, faktor teknologi ini, salah satunya adalah alutsista," ucapnya.
Sedangkan soal nilai-nilai budaya, ia menyatakan pentingnya kesatuan TNI dengan rakyat.
"Karena itu jangan membuat pengkotak-kotakan antara rakyat dan TNI. TNI itu anak kandung rakyat. Satu kesatuan, harus maju bersama-sama. Harus ada mutual respect, mutual trust, dan mutual benefit. Saling hormat, saling percaya, dan saling memberi manfaat. Jika ini terjadi, Insya Allah Indonesia tangguh akan tercapai," pungkasnya.