Di Hadapan PM Jepang, Yenny Wahid Bicara Nilai Demokrasi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Politisi Indonesia, Yenny Wahid (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe  di Jepang. (Foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Politisi Indonesia, Yenny Wahid (kiri) saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe di Jepang. (Foto: dok istimewa)

Direktur Wahid Foundation Zannuba Arifah Chafsoh atau Yenny Wahid didapuk menjadi pembicara dalam simposium internasional bertajuk 'Shared Values and Democracy in Asia' di Tokyo, Jepang. Forum yang digelar Japan Foundation Asia Center (JFAC) pada Kamis (5/7) itu dihadiri Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Yenny diundang untuk ikut memberikan sumbangan pemikiran berkaitan dengan topik seputar nilai-nilai persamaan dan demokrasi yang relevan dengan kondisi dunia saat ini.

”JFAC menyelenggarakan simposium ini untuk melakukan dialog yang bertujuan mencapai pemahaman budaya bersama dan membangun landasan yang kuat untuk mengimplementasikan nilai-nilai persamaan dan demokrasi di Asia pada masa depan,” ujar Yenny dalam keterangannya yang diterima kumparan, Jumat (6/7).

Selain Yenny, sejumlah pemimpin politik, pemimpin agama, dan peneliti dari negara-negara Asia yang berasal dari India, Jepang, Filipina, Korea, China, Thailand, Malaysia dan beberapa negara Asia lainnya juga turut diundang. Mereka mendiskusikan nilai-nilai persamaan dan demokrasi dalam perspektif orang Asia. Harapannya agar negara-negara di Asia bisa berevolusi menjadi negara demokrasi modern.

”Dalam simposium ada sesi khusus yang membahas pencapaian dan tantangan terkait aktivitas pertukaran budaya antara Jepang dan Asia menuju kolaborasi masa depan,” ucapnya.

Dalam pidatonya, Yenny juga menyinggung tentang kesuksesan Indonesia dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak yang berlangsung secara damai. Bahkan, lanjut Yenny, Indonesia juga telah mempunyai aturan tentang kuota 30 persen perempuan sebagai calon anggota legislatif yang wajib ditaati oleh partai politik.

Yenny Wahid di Diskusi Publik Wahid Foundation. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Yenny Wahid di Diskusi Publik Wahid Foundation. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Tak hanya itu, Yenny juga memperkenalkan Wahid Foundation sebagai yayasan yang aktif mempromosikan perdamaian dan keragaman di Indonesia. Wahid Foundation didirikan untuk memperjuangkan visi kemanusiaan serta nilai-nilai demokrasi dari almarhum ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur membayangkan masyarakat multikultural yang tumbuh subur di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Yenny sering diundang untuk berbicara di berbagai forum internasional. Terakhir, Maret 2018, ia hadir dan berbicara dalam pertempuan tingkat tinggi di Markas PBB di New York, AS, yang diselenggarakan oleh UN Women bekerja sama dengan UNOCT, United Nations Office of Counter Terrorism (Badan PBB yang bertugas menangkal terorisme di dunia).

Yenny menyampaikan gagasan tentang pelibatan perempuan di tingkat desa dalam upaya global menanggulangi bahaya radikalisme dan terorisme. ”Mereka tertarik dengan program Kampung Damai yang kami inisiasi di berbagai desa di Pulau Jawa,” pungkasnya.