Di Korsel, Megawati Serukan Pemimpin Dunia Hentikan Perang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di Jeju Forum for Peace and Prosperity Tahun 2022, Kamis (15/9/2022). Foto: PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di Jeju Forum for Peace and Prosperity Tahun 2022, Kamis (15/9/2022). Foto: PDIP

Presiden ke-5 RI, Prof. Dr (HC) Megawati Soekarnoputri mengatakan, perdamaian dunia harus segera diwujudkan. Megawati menyerukan pemimpin dunia untuk menghentikan perang.

Hal itu disampaikan Megawati saat menjadi pembicara kunci di Jeju Peace Forum bersama mantan Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Gubernur Maryland AS Larry Hogan.

"Kita melihat Perang Rusia-Ukraina belum usai, kini muncul ketegangan baru di Selat Taiwan. Demikian halnya persoalan di kawasan Timur Tengah; ketegangan di Laut Tiongkok Selatan; dan tentunya kita pernah mengingat betapa akibat bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki hingga upaya mewujudkan perdamaian di bumi Peninsula ini," kata Megawati di Jeju, Korea Selatan, Kamis (15/9).

Tentara berjaga di permukiman warga yang rusak akibat serangan Rusia di kota Izium, Ukraina (14/9/2022). Foto: Gleb Garanich/Reuters

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu menerangkan, peperangan besar telah mewarnai sejarah peradaban dunia.

Misalnya, perang dunia I dan II menjadi contoh perang abad modern. Dua perang itu menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan berkepanjangan.

"Melalui Jeju Forum ini lah, saya dan kita menyerukan bersama: tolonglah hentikan perang. Perang hanya akan menimbulkan derita kemanusiaan. Pesan perdamaian Jeju ini harus dikumandangkan," ucap Megawati.

Megawati menilai, perang telah membutakan kemanusiaan. Pasalnya, banyak korban yang ditimbulkan akibat perang. Dampak-dampak perang juga sangat mengerikan.

"Bayangkan dari jumlah korban, Perang Dunia I sebanyak 10 juta meninggal dan 21 juta luka-luka. Perang Dunia II dengan korban 62,5 juta dari sekitar 50 negara yang terlibat. Dampak perang tentunya harus diingat sangatlah mengerikan. Belum lagi sejarah perang pada masa lampau," jelasnya.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di Jeju Forum for Peace and Prosperity Tahun 2022, Kamis (15/9/2022). Foto: PDIP

Ketua Dewan Pengarah BRIN itu kemudian bertanya kepada semua peserta Jeju Forum. Dia bertanya, apakah dengan berbagai perang, dunia masih dibutakan oleh ambisi atau hasrat membangun hegemoni suatu negara tanpa mengenal akhir.

"Lalu ke mana rasa kemanusiaan itu? Dan ke mana kearifan para pemimpin dunia sehingga perdamaian menjadi sulit diwujudkan?" tanya Megawati lagi.

Megawati menjelaskan, dunia sangat merasakan dampak perang. Krisis lingkungan sebagai dampak pemanasan global, krisis energi, krisis pangan, dan ancaman resesi dunia yang kita derita, menjadi bukti nyata dampak buruk akibat perang.

“Dari situlah kita belajar bahwa perang di salah satu sudut dunia, membawa persoalan sangat serius di bagian dunia lain. Karena itulah sekali lagi stop perang,” ucap Megawati.

“Dan marilah kita gelorakan energi perdamaian dengan penuh keyakinan. Itulah tugas sejarah yang bisa ditorehkan dari Jeju Forum for Peace and Prosperity ini," kata Megawati.

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pidatonya di Jeju Forum for Peace and Prosperity Tahun 2022, Kamis (15/9/2022). Foto: PDIP

Lebih lanjut, Megawati berharap agar para pemimpin dunia bisa lebih arif dan bijaksana serta mengedepankan jalan perundingan untuk mengakhiri perang dan berbagai ketegangan yang terjadi.

"Sebagai pengalaman saya sebagai presiden, saya merasa bahwa yang namanya jalan perundingan, jalan musyawarah, sebenarnya selalu dapat dilakukan, tapi tentu saja yang diperlukan adalah kesabaran,” tutup dia.