Di Masjid Istiqlal, Presiden Iran Doakan Palestina dan Soroti Islamofobia

24 Mei 2023 17:57
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, tiba untuk salat zuhur berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (24/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
Presiden Iran, Seyeed Ebrahim Raisi, mengajak umat muslim di Indonesia menjadikan masjid tak hanya sebagai tempat beribadah tapi juga untuk memperhatikan kaum fakir dan miskin.
ADVERTISEMENT
Ebrahim berdoa di Masjid Istiqlal pada Rabu (24/5), agar umat muslim dijauhkan dari kaum yang memusuhi Islam. Ia juga mendoakan Palestina yang masih dilanda konflik.
“Masjid adalah rumah Allah tempat di mana kita mengenal satu sama lain, tak sebatas itu tetapi mengenal juga berbagai persoalan dan masalah yang mungkin setiap kita sedang menghadapinya,” kata Ebrahim di Masjid Istiqlal.
“Seperti Palestina, seperti negara lain yang mengalami persoalan lain yang sedang dizalimi menjadi tanggung jawab sosial bersama kita semua dan tentu saja hal yang penting ini tidak bisa dilupakan dan mestinya terus ditingkatkan,” sambungnya.
Presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, memberikan sambutan usai salat Dzuhur berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (24/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Lebih lanjut, Ebrahim memuji pemuda Indonesia yang kritis dengan mampu membedakan siapa teman dan siapa musuh.
“Indonesia merupakan sebuah negara di mana masyarakatnya khususnya para pemuda pemudinya dapat menafsirkan perkembangan di dunia dan tentu saja ini menjadi keunggulan dan kemampuan yang luar biasa,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
“Bisa menafsirkan di mana fitnah itu berada di mana tindakan persahabatan ada. Bisa memahami teman siapa musuh siapa dan tentu ini merupakan anugerah ilahi yang kita harus syukuri secara bersama,” sambungnya.
Presiden Iran, Seyyed Ebrahim Raisi, usai salat Dzuhur berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (24/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ebrahim mendoakan agar Indonesia tetap menjaga solidaritas persatuan atas pihak-pihak yang ingin memecah belah Islam dengan Islamofobia.
“Pihak musuh ingin menyebarkan Islamofobia di dunia, tiap musuh juga ingin meluaskan Islamofobia di tengah-tengah umat Islam,” pungkasnya.