Di Tembok Ratapan, Bibir Netanyahu dan Trump Saling Berpagut

Donald Trump kembali hadir di Tembok Ratapan, Tepi Barat, Palestina. Lewat sebuah mural yang digambar seorang artis Australia, wajah presiden Amerika Serikat tersebut berciuman bibir dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Memperkenalkan diri sebagai Lushsux, laki-laki Australia tersebut menyelesaikan mural tersebut dalam waktu satu malam. Lewat mural tersebut, ia berharap dunia teringat kembali akan masyarakat Palestina yang terjebak dalam penjara abadi Israel.
Digambar pada tembok yang berada di wilayah Bethlehem, mural tersebut bukanlah yang pertama muncul dan menyuarakan penderitaan warga Palestina. Sampai saat ini, tembok tersebut masih berdiri memutari wilayah Al Aqsa dan diklaim Israel menghindarkan mereka dari “serangan para teroris Palestina”.

Sampai Juli 2011, tembok tersebut telah berdiri sepanjang 438 kilometer, sedangkan 58 kilometer lain sedang dalam proses pembangunan. Ke depannya, Israel masih berencana membangun 212 kilometer tembok lagi melengkapi bangunan saat ini.
“Digambarnya mural tersebut pada tembok jelas menjadi pesan tersendiri,” ucap Lushsux pada Reuters, Minggu, (29/10). “Aku tidak perlu menuliskan ‘Free Palestine' atau semacamnya. Orang-orang justru akan melupakan hal tersebut.”

Sebelumnya, ada juga gambar mural yang memperlihatkan Trump tengah mencium sebuah menara pengintai Israel, atau mural lain yang memperlihatkannya memegang Tembok Ratapan sebagai ide membangun temboknya sendiri di perbatasan Meksiko.

“Aku hanya menggambar apa yang biasanya aku gambar. Orang-orang mungkin akan melihat apa yang ada di balik tembok ini, kawat-kawat duri yang ada di atasnya, dan mungkin mereka akan lebih memahami kegilaan yang sedang terjadi,” ucapnya.

