Diancam Barat, Rusia Uji Skenario Senjata Nuklir Taktis

6 Mei 2024 16:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi senjata nuklir Rusia. Foto: rawf8/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi senjata nuklir Rusia. Foto: rawf8/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Rusia mengadakan latihan militer yang mencakup penggunaan senjata nuklir taktis, Senin (6/5). Hal itu merupakan respons Kementerian Pertahanan Rusia atas ancaman provokatif dari Barat.
ADVERTISEMENT
Kemenhan mengatakan, latihan itu diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin dan akan menguji kekuatan nuklir non-strategis untuk melakukan misi tempur.
Formasi rudal di Distrik Militer Selatan dan angkatan laut juga akan ambil bagian.
“Selama latihan tersebut, serangkaian tindakan akan dilakukan untuk mempraktikkan masalah persiapan dan penggunaan senjata nuklir non-strategis,” kata kementerian tersebut, seperti dikutip dari Reuters.
Ia menambahkan, latihan tersebut bertujuan untuk memastikan integritas dan kedaulatan teritorial Rusia sebagai sikap terhadap pernyataan provokatif dan ancaman pejabat Barat terhadap Federasi Rusia. Mereka enggan menyebutkan nama para pejabat tersebut.
Namun, Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang kemungkinan intervensi Prancis di Ukraina sangatlah berbahaya.
Rusia menyebut Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa mendorong dunia ke ujung perang nuklir akibat menyokong persenjataan Ukraina dengan dana puluhan miliar dolar.
ADVERTISEMENT
Negara-negara nuklir secara rutin memeriksa senjata nuklirnya, namun jarang secara terbuka mengaitkan latihan tersebut dengan ancaman tertentu.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pidato tahunannya kepada Majelis Federal di Moskow, Rusia, Selasa (21/2/2023). Foto: Sputnik/Dmitry Astakhov/Kremlin/Reuters
Risiko Nuklir
Sejak perang dimulai, Rusia telah berulang kali memperingatkan akan meningkatnya risiko penggunaan nuklir.
Putin telah menghadapi seruan dalam negeri untuk mengubah doktrin nuklir Rusia dan menetapkan kondisi di mana Rusia akan menggunakan senjata nuklir.
Secara umum, doktrin tersebut mengatakan bahwa nuklir akan digunakan sebagai respons terhadap serangan yang menggunakan senjata sejenis atau pemusnah massal lainnya ketika keberadaan negara terancam.
Sejak dimulainya perang, Rusia telah memberikan peringatan tentang meningkatnya risiko nuklir. Presiden Putin bahkan menyebut konflik langsung antara Rusia dan NATO sebagai langkah menuju Perang Dunia Ketiga.
Rusia dan Amerika Serikat merupakan negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia, diikuti oleh China, Prancis, dan Inggris.
ADVERTISEMENT
Putin menyatakan bahwa konflik saat ini adalah bagian dari pertempuran berabad-abad dengan Barat yang mempermalukan Rusia setelah runtuhnya Tembok Berlin pada 1989.