Dianggap Subversif, Pengacara Ternama China Divonis Dua Tahun Penjara

Seorang pengacara ternama untuk berbagai kasus hak asasi manusia di China divonis penjara dua tahun. Pengadilan membuktikan bahwa dia melakukan tindakan subversif, alias hendak menggulingkan pemerintah Partai Komunis China.
Diberitakan AFP, Jiang Tianyong tidak hanya dipenjara selama dua tahun, dia juga dilucuti seluruh hak politiknya selama tiga tahun, berdasarkan vonis pengadilan di Changsha, Selasa (21/11).
Pengadilan menyatakan pengacara berusia 46 tahun ini "memicu subversi terhadap kekuatan pemerintah" dan mencemarkan nama baik negara.
Klien-klien Jiang terlibat dalam berbagai kasus HAM besar, di antaranya adalah kelompok terlarang Falun Gong, kelompok Buddha Tibet, dan para korban skandal susu formula terkontaminasi zat berbahaya pada 2008. Akibat kiprahnya ini, pada 2009 seluruh gelar profesional Jiang dicabut pemerintah.
Menurut pengadilan, Jiang menerima pelatihan di luar negeri untuk menggulingkan pemerintah Partai Komunis China serta mendapatkan pendanaan dari asing. Beberapa tahun sebelumnya, Jiang disebut sering bertemu pejabat negara lain, membicarakan situasi HAM di China.
"Jiang Tianyong telah disusupi dan dipengaruhi oleh kekuatan anti-China dan perlahan mulai berpikir menggulingkan sistem politik yang telah ada saat ini," kata hakim.

Penuh Rekayasa
Jiang "hilang" pada November tahun lalu dalam perjalanan dari Beijing ke Changsha, ketika dia hendak mengurusi kasus penahanan pengacara HAM Xie Yang. Keluarganya baru tahu Jiang ditahan beberapa bulan kemudian.
Dalam pengadilan Agustus lalu, Jiang mengaku bersalah dan membenarkan seluruh tuduhan terhadap dirinya. Dalam pernyataannya, dia mengaku "malu" telah melakukan "subversi."
Lembaga HAM Amnesty International menyebut pengadilan Jiang penuh rekayasa, sebuah "aksi teater politik". Pengakuan Jiang disebut keluar karena disiksa.
Menurut Amnesty, sejak Xi Jinping jadi presiden pada 2012, banyak laporan pengakuan bersalah para aktivis dan kubu oposisi di pengadilan. Dari awalnya mengincar para aktivis politik dan HAM, China mulai memperluas targetnya ke para pengacara yang mewakili mereka.
Amnesty mengatakan, vonis terhadap Jiang untuk memberi rasa takut para pembela HAM lainnya di negara itu.
"Vonis Jiang adalah contoh jelas dari persekusi sistematis pemerintah China terhadap mereka yang berani membela HAM di China saat ini," ujar peneliti Amnesty International William Nee.
