Diaspora Indonesia Meninggal karena Virus Corona di New York

Virus corona dilaporkan merenggut nyawa diaspora asal Indonesia di kota New York. Korban COVID-19 itu adalah dua orang diaspora Indonesia yang telah menjadi warga negara Amerika Serikat.
Kabar ini awalnya tersebar melalui broadcast, menyebutkan pria Indonesia bernama Bren Rustam, usia 38 tahun, meninggal dunia dunia di Queens, New York City, karena COVID-19 pada Selasa (31/3).
Istri Bren, Veronica Tjahjadi, yang tengah hamil 6 bulan juga disebut dalam broadcast itu meninggal dunia bersama bayinya. Dua hari sebelumnya, pria Indonesia lainnya bernama Hartoyo Widjaya atau Ko Alam berusia 71 tahun juga meninggal dunia.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, membenarkan kabar tersebut berdasarkan informasi dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) di New York. Namun dia mengatakan, kabar Veronica telah meninggal tidak benar, perempuan itu masih dirawat di RS.
"Berdasarkan informasi KJRI NY, Sdr. Bren Rustam (WN AS) telah meninggal dunia karena COVID-19. Sedangkan istri ybs, Sdri. Veronica Tjahjadi (WNI), bersama bayinya tidak meninggal dan masih menjalani perawatan di RS tempat mereka dirawat," kata Judha,
"Ibu Veronica saat ini dilaporkan dalam keadaan stabil meskipun belum sadar. Pada Selasa malam Ibu Veronica ditransfer ke RS Westchester, NY," lanjut dia lagi.
Menurut staf Konsulat Jenderal RI kepada kumparan, Bren dan Hartoyo, sudah bukan WNI lagi, sehingga datanya tak tercatat di Kementerian Luar Negeri RI.
"Sampai saat ini kami belum menerima laporan ada WNI yang meninggal. Pak Hartoyo dan Pak Bren warga Indonesia yang sudah berkewarganegaraan AS," kata staf KJRI.
Namun Veronica Tjahjadi masih merupakan WNI sehingga kondisinya terus dipantau oleh KJRI. "Kami memantau yang bersangkutan, komunikasi dengan keluarganya," kata dia.
Amerika Serikat adalah negara dengan penderita virus corona terbanyak di dunia. Ada hampir 190 ribu orang positif corona di AS dengan 4.000 lebih kematian. New York adalah negara bagian dengan angka kematian tertinggi di AS.
Sejauh ini ada 138 orang WNI yang menderita corona di 20 negara seluruh dunia.
===================================
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
