Dicari 8.060 Relawan Tracing Corona di 10 Provinsi Prioritas, Berminat?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di Kelurahan Tidore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamsi (15/10/2020).  Foto: Adwit B Pramono/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di Kelurahan Tidore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamsi (15/10/2020). Foto: Adwit B Pramono/ANTARA FOTO

Pemerintah terus berupaya meningkatkan penelusuran dan pemeriksaan virus corona, khususnya di 10 provinsi prioritas. Seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Untuk mendukung upaya tersebut, Bidang Penanganan Kesehatan, Satgas Penanganan COVID-19 bersama Kemenkes meluncurkan Program Penguatan Tracing pada Selasa (3/11). Program ini dilakukan melalui rekrutmen terbuka relawan contact tracer dan data manager di 51 Kabupaten/Kota pada 10 provinsi prioritas tersebut.

Pada peluncuran yang digelar secara daring tersebut, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, menyatakan perlu adanya upaya penguatan kemampuan dan kompetensi para relawan contact tracer di lapangan.

Mulai dari penggunaan aplikasi pelacakan terintegrasi, manajemen stigma dan komunikasi risiko, serta pendampingan karantina dan isolasi mandiri.

Petugas melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 terhadap pedagang di kawasan Relokasi Pasar Johar, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/5). Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sementara itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, R. Vensya Sitohang, juga menegaskan relawan contact tracer dibutuhkan karena masih tingginya jumlah kasus harian positif corona.

Menurutnya, dibutuhkan cara yang lebih efektif dalam melacak dan mengarahkan karantina pada orang yang terduga kontak erat, serta mendampingi orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 saat menjalani isolasi.

Peluncuran Program Penguatan Tracing oleh Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satgas COVID-19, Alexander K Ginting S menyasar penambahan jumlah personel tracer di Puskesmas dan petugas data untuk menganalisis epidemiologi sederhana di kabupaten/kota.

Sebanyak 1.612 puskesmas menjadi target penambahan 8.060 tracer se-Indonesia.

Ilustrasi corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Dengan cara ini, diharapkan daerah-daerah dapat mendeteksi lebih dari 80 persen kontak erat dari kasus konfirmasi dalam waktu 72 jam. Serta memantau kontak erat hingga 14 hari sejak terpapar atau berkontak dengan individu terkonfirmasi COVID-19.

Para lulusan kesehatan yang ingin mendaftar menjadi relawan dan berdomisili di kabupaten prioritas dapat melapor ke dinas kesehatan setempat atau mendaftarkan diri melalui laman bit.ly/RekrutmenVolunterContactTracing.

Tracer yang direkrut akan dilatih Kemenkes dan Satgas COVID-19 untuk memakai aplikasi pelacakan kontak silacak.kemkes.go.id.

----------------------------------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona