Diduga Lalai hingga Tewaskan 1 Anak, 3 Pengelola Pasar Malam di Serang Diamankan

30 Oktober 2023 4:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pasar malam. Foto: Faisal Rahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasar malam. Foto: Faisal Rahman/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Tiga orang pengelola pasar malam di Kecamatan Pabuaran, Serang, diamankan polisi karena dianggap bertanggung jawab atas tewasnya bocah 11 tahun akibat tersetrum pagar pembatas salah satu wahana. Akibat insiden itu, pasar malam ini sempat dibakar oleh warga yang marah.
ADVERTISEMENT
Ketiganya adalah MM (63) warga Cadasari Pandeglang; UB (58), warga Serang; dan AM (51), warga Kudus, Jawa Tengah. Ketiganya diduga melanggar Pasal 359 KUHP lantaran lalai hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
"Semestinya ketika ada aliran listrik itu pengelola memberikan tanda-tanda atau rambu atau penjaga supaya tidak didekati siapa pun. Masih kita dalami apakah sudah ada yang ditugaskan buat jaga, tapi orangnya tidak ada, atau sebenarnya ada tapi tidak [ada yang] melihat," ungkap Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Sofwan Hermanto, saat dikonfirmasi, Minggu (29/10).
Dari hasil autopsi, korban dipastikan tewas akibat terkena listrik tegangan tinggi. Pada tubuh korban tak ditemukan tanda-tanda kekerasan apa pun.
"Lebam mayat pada leher bagian belakang, pinggang, dan terdapat luka lecet dan memar di tubuh. Didapatkan bintik pendarahan pada jantung, didapatkan tanda trauma listrik, diperkirakan kematian kurang dari 8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan, tidak ada tanda kekerasan," terang Sofwan.
ADVERTISEMENT
Korban, kata Sofwan, terkena sengatan listrik usai membeli es dan duduk di pagar besi pembatas salah satu wahana anak. Di pagar tersebut tertempel sebuah kabel yang bagian luarnya sudah terkelupas.
Sebenarnya korban sempat dibawa ke puskesmas. Namun ia tewas dalam perjalanan. Hal ini membuat keluarga korban dan warga marah dan membakar pasar malam tersebut.
"Atas peristiwa tersebut, keluarga korban mencari pengelola wahana permainan korsel (pasar malam), karena tidak bertemu dengan pengelola sehingga terjadi pembakaran beberapa wahana permainan anak," ungkap Sofwan.