Diduga Lecehkan 8 Siswa SD, Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Massa di Sekolah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru agama saat dibawa polisi karena diduga melakukan perbuatan pelecehan terhadap muridnya sendiri, Deli Serdang, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Polsek Namorambe
zoom-in-whitePerbesar
Guru agama saat dibawa polisi karena diduga melakukan perbuatan pelecehan terhadap muridnya sendiri, Deli Serdang, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Polsek Namorambe

Seorang guru agama berinisial MJH (pria) diduga melecehkan siswa SD di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa (27/10).

Kapolsek Namorambe, AKP Sukses Wira Secapa Sinulingga, mengatakan awalnya polisi mendapatkan informasi dari warga terkait dugaan pelecehan yang dilakukan guru terhadap siswa SD (perempuan). Warga kemudian mendatangi sekolah tersebut hingga terjadi amuk massa.

"Benar (guru agama), guru honorer. Jadi ada informasi bahwasanya terjadi komplain dari warga terkait ada diduga perlakuan tidak baik terhadap anaknya, anak sekolah di sekolah SD. Kemudian, mereka komplain lah, keberatan dengan sekolah, mungkin ada perdebatan. Sehingga warga yang lain juga kumpul," kata Wira saat dihubungi wartawan, Rabu (28/10).

Guru agama saat dibawa polisi karena diduga melakukan perbuatan pelecehan terhadap muridnya sendiri, Deli Serdang, Selasa (27/10/2026). Foto: Dok. Polsek Namorambe

Selanjutnya, kata Wira, polisi mengamankan guru tersebut agar terhindar dari amukan warga. Kini, guru itu dibawa ke Polresta Deli Serdang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Sudah kita amankan. Sempat masyarakat cukup banyak. Jadi sudah kita amankan, kita minta bantuan Polres juga, kita amankan ke Polres langsung," ujar Wira.

Wira mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terlibat. Kasus tersebut akan dinaikkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga terdapat delapan siswa SD yang menjadi korban.

"Itu sementara hasil pemeriksaan ada delapan yang kita periksa (korbannya)," pungkas Wira.