Diduga Malapraktik: Sesar Ibu di Cianjur Bernanah, Benda Mirip Kasa Tertinggal
·waktu baca 2 menit

Seorang ibu berinisial TS (30 tahun) diduga menjadi korban malapraktik saat melahirkan anak ketiganya dengan persalinan sesar di RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat.
TS menjalani persalinan sesar pada 21 November 2023 dan sempat mendapatkan perawatan selama tujuh hari di rumah sakit, sebelum akhirnya dipersilakan pulang oleh tim medis.
Setelah tiga hari di rumah, luka sesar pada perut TS tidak kunjung mengering, justru malah mengeluarkan nanah berwarna pekat.
"Bahkan, pada sekeliling luka sesarnya bolong-bolong dan jahitan pada lukanya terlepas. Sehingga, luka sesarnya menganga dan saat itu pada bagian dalam perut istri saya terlihat seperti ada benda, seperti kain kasa berwarna putih," kata suami TS, Ganjar Pamuji (35), kepada wartawan, Kamis (7/12).
Melihat kondisi itu, kata Ganjar, dirinya langsung membawa istrinya ke salah satu klinik bersalin. Namun, pihak klinik langsung merujuk agar segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Sayang.
"Tidak banyak yang dilakukan di klinik, mereka langsung merujuk istri saya ke RSUD Sayang. Setiba di rumah sakit ini, istri saya langsung mendapatkan penanganan pada luka sesarnya dan saat dibersihkan, terlihat ada seperti kain kasa pada bagian dalam lukanya," jelasnya.
Ganjar mengungkapkan, peristiwa itu tidak hanya dialami oleh istrinya saja. Tetapi, juga dialami dua orang pasien lainnya yang saat bersamaan menjalani persalinan sesar di rumah sakit milik Pemkab Cianjur itu.
"Jadi pada 21 November lalu, ada tiga ibu hamil yang menjalani persalinan sesar. Mereka juga mengalami kejadian serupa seperti istri saya, dugaan malapraktik," ujarnya.
Ganjar menambahkan telah mengadukan dugaan malapraktik itu ke pihak RSUD Sayang Cianjur. Dia meminta pihak rumah sakit agar bertanggung jawab penuh atas kejadian yang menimpa istrinya itu.
"Pengaduan resmi ke pihak rumah sakit sudah kita layangkan. Mereka belum memberikan keterangan dan pertanggungjawaban secara resmi. Katanya, mereka (RSUD Sayang) masih akan melakukan penyelidikan terkait kejadian ini," ujarnya.
Kata RSUD Sayang
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sayang, dr Irfan Nur Fauzi mengaku belum menerima laporan terkait adanya dugaan malapraktik pada seorang ibu usai menjalani persalinan sesar.
Namun, lanjut Irfan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pasien itu.
"Laporannya belum saya terima, tapi jika memang ini terjadi tentunya kita akan bertanggung jawab. Jika memang ada kesalahan penanganan, akan ada sanksi etik pada tenaga kesehatan yang saat itu melakukan penanganan," kata Irfan.
