Digitalisasi Bansos, Kemensos Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar di Akhir 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026).  Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital pada akhir 2026. Registrasi tersebut mencakup pendataan ulang penerima bantuan sosial sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan.

“Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,” kata Gus Ipul didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemensos Hasan Chabibie dalam konferensi pers 2 Tahun Kerja Nyata Perlindungan Sosial di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (23/10/2026).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

Lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital, baik secara mandiri maupun dengan pendampingan agen. Sementara jumlah Agen Perlinsos yang bergabung mencapai 816.674 orang. Gus Ipul beberapa kali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat melakukan registrasi.

Menurut Gus Ipul, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bantuan sosial. Registrasi ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan penggunaan biometrik atau pengenalan wajah.

“Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,” jelasnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

Selain mendata ulang penerima yang sudah ada, sistem tersebut memberi ruang bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri.

“Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,” katanya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

Ia menegaskan bahwa pendaftaran merupakan bagian dari proses pendataan, bukan jaminan seseorang langsung memperoleh bantuan sosial.

“Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” tegas Gus Ipul.

Oleh karena itu, perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kementerian Sosial memiliki tanggung jawab untuk membawa data masyarakat secara jujur ke dalam sistem.

“Yang benar, kita semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,” ajak Gus Ipul.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos, mengikuti proses pengisian data dan verifikasi biometrik, kemudian membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran.

Saat mengecek rincian agen, Gus Ipul menyebut sebanyak 176.755 orang berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang dari unsur pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping PKH, serta RT dan RW yang tercatat sebanyak 48.676 orang.

Ia berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus meningkat seiring dengan bertambahnya agen dan meluasnya pendampingan masyarakat. Namun, Gus Ipul menegaskan bahwa kegiatan agen bersifat sukarela dan tidak boleh disertai pungutan.

“Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan,” tegasnya.

Pengembangan Perlinsos Digital berjalan seiring dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan bahwa lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan datanya. Partisipasi masyarakat juga tercatat melalui 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan target registrasi 48 juta keluarga melalui Perlinsos Digital pada akhir 2026 dalam konferensi pers dua tahun kerja nyata perlindungan sosial di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Foto: Dok. Kemensos

“Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami,” ujarnya.

Melalui keterlibatan masyarakat umum, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas jangkauan pendataan untuk mencapai target registrasi pada akhir tahun. Gus Ipul mengajak masyarakat memastikan keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.

“Kita mulai dari yang terdekat, jangan sampai lewat,” pesannya.