Dilema Ridwan Kamil, Terancam Batal Maju Pilgub

kumparanNEWSverified-green

clock
Ridwan Kamil  (Foto: instagram/@ridwankamil )
zoom-in-whitePerbesar
Ridwan Kamil (Foto: instagram/@ridwankamil )

Bakal calon gubernur Jawa Barat dengan elektabilitas tertinggi, Ridwan Kamil, menghadapi kenyataan terancam batal diusung dalam Pilgub Jawa Barat. Penyebabnya, koalisi pendukung Ridwan Kamil rapuh setelah Partai Golkar menarik dukungan gara-gara urusan cawagub.

Kali ini ujian untuk Emil berlanjut saat dia harus menentukan cawagub yang rencananya akan diumumkan hari ini. Dua parpol pendukung Emil yaitu PPP dan PKB berebut posisi wakil gubernur, namun disertai ancaman akan menarik diri seperti Golkar.

PPP yang mendorong kadernya Uu Ruzhanul Ulum sebagai cawagub, menebar ancaman akan menarik diri karena PPP mengklaim mengusulkan cawagub sejak awal. PPP juga paling banyak mengantongi kursi dukungan dibanding PKB dan Nasdem.

Untuk diketahui, PPP punya 9 kursi, PKB 7 kursi, dan Nasdem 5 kursi. Akumulasi ini mengantongi 21 kursi dari syarat 20 kursi. Jika salah satu parpol menarik diri, maka pencalonan Emil batal, karena jalur independen sudah ditutup.

"Pada prinsipnya dukungan PPP kepada Emil disertai syarat cawagub dari kami. Ini bukan soal PPP-nya, namun soal kebutuhan kang Emil ke depan," ucap Romahurmuziy kepada kumparan (kumparan.com), Senin (18/12).

instagram embed

Bagi Romi, Uu Ruzhanul yang juga Bupati Tasikmalaya, menghasilkan warna sosiologis pasangan yang melambangkan warna Jabar yang nasionalis-religius, dan memenuhi kebutuhan elektabilitas.

"Uu terbukti yang paling memenuhi ketiganya, bahkan berdasarkan survei paling mutakhir sekalipun," terang Romy.

Sementara PKB mendorong kadernya di DPR yaitu Maman Imanulhaq sebagai cawagub Emil. Sama seperti PPP, PKB juga mengingatkan bahwa mereka akan menarik diri jika Emil tak jadikan kader PKB sebagai cawagub. Meski ancaman ini tak sekeras PPP.

"Kalau iya pilihannya Kang Emil itu jatuh ke Kang Uu, maka dipastikan PKB check out dari dukungannya," ujar Sekertaris DPW PKB Jawa Barat, Sidkon Djampi, dikutip dari Antara, Selasa (19/12).

Wasekjen PKB Maman Imanulhaq (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wasekjen PKB Maman Imanulhaq (Foto: Fahrian Saleh/kumparan)

Tak hanya PPP dan PKB yang menebar ancaman untuk Ridwan Kamil, tapi juga para kiai dan tokoh Jawa Barat yang dimintai masukan oleh Emil dalam menentukan cawagub. Kiai yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdatul Ulama (KBNU), ternyata sudah merekomendasikan Emil memilih Maman Imanulhaq sebagai cawagub.

"Kalau pilihan Ridwan Kamil tidak rasional, mengabaikan masukan dari tokoh-tokoh Jabar, maka KBNU tidak akan pernah mendukung calon yang tidak memiliki kualifikasi kepemimpinan," kata Dosen Institut Agama Islam dan STIE Latifal Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Mahpudin.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengaku sudah berkomunikasi dengan para pengurus partai politik dan meyakini tidak ada rencana penarikan dukungan sebagaimana ramai dibahas.

“(PPP) Oke banget. Jadi sudah saya konfirmasi. Sudah saya komunikasikan malam ini tidak ada riak-riak (pencabutan rekomendasi),” ungkap Wali Kota Bandung itu usai acara Kemendagri di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (18/13).

Pengumuman wakil gubernur itu rencananya akan diumumkan hari ini oleh Ridwan Kamil. Namun, hingga saat ini belum ada kabar apakah jadi diumumkan atau tidak.

Sebagaimana diketahui, peta politik di Jawa Barat sedang bergejolak. Selain dinamika Ridwan Kamil, cagub dengan elektabilitas tertinggi kedua yaitu Deddy Mizwar, juga menghadapi ancaman yang sama batal maju Pilgub.

PKS dan PAN sebagai pendukung Deddy Mizwar bersama Demokrat, sedang menimang ulang lobi Gerindra untuk mengalihkan dukungan ke Mayjen TNI (Purn) Sudrajat yang dideklarasikan oleh Prabowo Subianto. Satu cagub lagi adalah Dedi Mulyadi yang kini mengantongi dukungan Golkar dan sedang ditimang PDIP.

Ridwan Kamil. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)
zoom-in-whitePerbesar
Ridwan Kamil. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi)