Dilema Warga Kampung Apung: Mandi Air Sumur Keruh, Beli Air untuk Konsumsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dari atas udara pada Kamis (2/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dari atas udara pada Kamis (2/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Warga Kampung Apung Kapuk Teko, RT 10/RW 01, Kalideres, Jakarta Barat, masih kesulitan memperoleh air bersih. Mereka bergantung pada air sumur yang keruh untuk mandi dan mencuci, serta membeli air pikul untuk kebutuhan masak dan minum.

“Kalau untuk air minum, air masak kita harus beli air isi ulang, air gerobak. Makanya dari dulu banyak warga itu minta pengajuan PAM,” kata Rudi (55), Ketua RT 10 Kampung Apung, Senin (27/10).

Harga air pikul kini mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000 per pikul. Dalam sepekan, rata-rata warga menghabiskan dua sampai lima pikul air untuk kebutuhan rumah tangga.

Rudi menambahkan, air tanah di wilayahnya mulai tidak layak konsumsi sejak pertengahan 1990-an, saat kawasan tersebut mulai tergenang banjir dan diduga tercemar limbah industri.

“Sekitar tahun 80 lewat, udah mau tahun 90-an tuh sudah mulai kerendam. Kampung kita sering banjir. Nah 90-an pertengahan itu sudah sama sekali nggak bisa digunain buat masak,” ujarnya.

Air Sumur untuk Mandi, Air Pikul untuk Masak dan Minum

Seorang anak yang baru saja pulang sekolah melewati satu-satunya akses jalan yang ada di Kampung Apung, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat Kamis (2/11/2023). Terlihat ada beberapa bagian yang dulunya terendam air kini mengering. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Usman (60), warga yang tinggal di kawasan itu sejak lahir, mengatakan setiap hari warga masih membeli air pikul untuk kebutuhan konsumsi.

“Kalau kita minum, air pikul beli,” kata Usman.

Untuk mandi dan mencuci, warga menggunakan air sumur yang keruh.

“Mandi, nyuci, ini. Emang kalau kayak minum, udah nggak layak diminum,” lanjutnya.

Suasana Kampung Apung Kapuk Teko, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (27/10/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Menurut Usman, warga sudah pernah mengajukan formulir permohonan sambungan air PAM sekitar dua bulan lalu, tapi hingga kini belum terealisasi.

“Jadi ada dua bulanan, kayaknya udah ada,” ujarnya.

Ia juga berharap pemerintah tidak hanya memikirkan pasokan air bersih, tetapi juga memperhatikan fasilitas umum di Kampung Apung yang masih minim.

“Warga paling mintanya memang nggak neko-neko sih. Bikin fasilitas umum, kayak sekolahan, puskesmas. Pemerintah juga punya masuknya. Bukannya ke per orang,” tutur Usman.

Selain persoalan air bersih, kondisi sanitasi di wilayah itu juga mengkhawatirkan. Air sumur yang digunakan untuk mandi berwarna kekuningan dan berbau tidak sedap.

Terlihat bekas-bekas berwarna kuning berbau karat menempel di tempat MCK—seperti kamar mandi umum di kampung tersebut.

“Kalau cuma untuk mandi, cuci piring apa itu masih bisa digunain sih. Air sumur itu masih bisa,” kata Rudi.

Pemerintah Janjikan Bantuan Air Bersih

Sebelumnya, warga Kampung Apung, Kapuk Teko, Muara Angke, terutama yang berdomisili di Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan kualitas air yang keruh dan tidak layak konsumsi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan telah menerima laporan tersebut dan memerintahkan Pemkot Jakarta Barat untuk menyalurkan bantuan air bersih.

Warga berjalan di Kampung Apung, Kapuk Teko, Jakarta, Jumat (25/10/2024). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

“Air PAM juga enggak masuk. Ketika air keluar bening, tapi 20–30 menit kemudian keruh dan tidak bisa dikonsumsi,” demikian laporan kepada Pramono saat peninjauan lahan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (27/10).

Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, yang turut mendampingi, mengatakan akan segera menindaklanjuti keluhan warga.

“Segera saya koordinasi dengan PAM untuk dikirimkan air bersih. Karena memang betul untuk Cengkareng dan Kalideres, kekurangan air bersih dan akses PAM masih dalam proses. Insyaallah dalam waktu dekat nanti masuk,” ujarnya.