Dimediasi Pakistan, Trump Sepakat Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Pekan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato yang disiarkan televisi terkait konflik Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk menunda serangannya ke Iran dalam 2 pekan mendatang. Ia sebelumnya disebut akan menghancurkan Iran, pada Selasa ini, jika permintaannya untuk membuka Selat Hormuz tak dipenuhi Iran.

Pakistan lalu ambil bagian. Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif segera menghubungi Trump sekaligus Iran untuk meredakan situasi.

"Berdasar percakapan dengan PM Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, mereka minta agar saya menunda serangan penghancuran ke Iran yang rencananya malam ini. Syaratnya, Republik Islam Iran menyepakati dibukanya Selat Hormuz secara SEGERA, MENYELURUH, dan AMAN. Maka, saya sepakat untuk menunda pengeboman dan serangan dalam waktu dua pekan," kata Trump lewat media sosialnya, dilansir Reuters, Rabu (8/4).

"Ini adalah GENCATAN SENJATA dua arah," kata Trump.

Selain itu, Trump juga sudah menerima 10 poin proposal dari Iran.

"Sepertinya hal itu akan jadi landasan untuk negosiasi," imbuhnya.

Mantan Perdana Menteri Pakistan dan pemimpin partai Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) Shehbaz Sharif berbicara dalam konferensi pers di Lahore pada 13 Februari 2024. Foto: Arif Ali/AFP

Upaya Pakistan Damaikan Iran-AS

Pakistan rasanya khawatir dengan rencana Trump yang akan menghancurkan peradaban Iran pada Selasa (7/4) malam waktu setempat. Lalu, upaya dilakukan Pakistan untuk langsung berbicara pada Trump.

"Upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan dari perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah terus berproses secara konstan, dan punya potensi kuat mencapai hasil yang substansial di masa depan," kata PM Pakistan Shehbaz Sharif di akun X nya, dilansir AFP.

Secara langsung ia juga menyinggung rencana Trump yang akan menyerang Iran pada pukul 8 malam, waktu AS.

Di sisi lain, ia juga minta Iran berkomitmen untuk memenuhi permintaan Trump membuka Selat Hormuz, pintu gerbang rantai pasok minyak bumi global.