Din Syamsuddin: Saya Dirikan Partai Pelita Tidak untuk Jadi Presiden
·waktu baca 2 menit

Partai Pelita menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) 15-17 Mei 2022 di Ancol, Jakarta Utara. Rakernas ini mengambil tema ‘Konsolidasi dan Optimalisasi Struktur Partai Menuju 2024, Membangun Budaya Politik Beradab Untuk Indonesia Maju Berdaulat’
Di sela rakernas, Ketua Majelis Permusyawaratan Partai (MPP) Partai Pelita Din Syamsuddin menegaskan partai ini didirikan bukan untuk jalan menjadi capres 2024.
“Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakkan partai, bukan untuk kita jadi presiden. Saya kira saya ini lebih tepat jadi penasihat presiden siapa pun presidennya,” tegas Din, Senin (16/5).
“Jadi, bukan partai ini sebagai alat untuk tujuan-tujuan seperti itu, karena kami ingin menerapkan politik bukan untuk politik, politik tidak sekadar berkuasa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Din menekankan Partai Pelita dibangun untuk anak-anak muda, maka posisi politik harus diisi oleh anak-anak muda mulai dari DPR DPRD eksekutif hingga presiden.
Ini nanti kita dorong diisi oleh kaum muda. Tolong catat ungkapan saya ini, per hari ini sekarang ini dan dengan mendirikan ini [Partai Pelita] tidak untuk saya pribadi untuk jadi presiden atau capres.
--Ketua MPP Partai Pelita Din Syamsuddin
Din saat ini tengah fokus menghadapi varifikasi faktual KPU. Meski begitu, tak mau maju sebagai capres, bukan berarti Din dan partai Pelita tidak punya sosok capres yang akan didukung.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini lalu berbicara sosok capres dari Pelita, Gatot Nurmantyo menurut Din masuk kualifikasi, namun ia enggan berbicara lebih jauh.
“Saya kira Pak Gatot itu baik, qualified, tapi belum bisa kami katakan itu lah calon presiden dari partai pelita, karena lagi-lagi mohon maaf, fokus kami ini adalah verifikasi, setelah dinyatakan lolos peserta pemilu, boleh nanti kami berpikir yang lain,” tandas Din.
Dalam rakernas tersebut juga tampak Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ikut hadir sebagai tamu.
