Dinas Lingkungan Hidup Yogya: Pohon Ayam Terbentuk Alami

Media sosial tengah diramaikan dengan pohon kiara payung berbentuk ayam di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Klitren, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memastikan pohon itu terbentuk secara alami, bukan karena dibentuk.
"Itu (pohon berbentuk ayam) alami enggak kita bentuk. Terlalu sulit kalau pohon seperti itu kita bentuk. Proses alam, dahan patah dan bentuk sedemikian rupa," ujar Kepala DLH Kota Yogya, Suyana, saat dihubungi, Rabu (17/6).
Suyana menyatakan pohon-pohon di Kota Yogyakarta memang rutin dipangkas, terutama ketika musim penghujan tiba. Namun pemangkasan hanya untuk keamanan saja. Estetika pohon tetap diperhatikan tetapi tidak sampai membentuk pohon dengan wujud tertentu.
"Pemeliharaan itu memang ada estetikanya. Tapi masalah bentuk enggak ada, tapi estetika iya," ucapnya.
"Pangkas rutin tujuan keamanan ada keseimbangan antara percabangan dengan perakaran dan besaran pohon," lanjutnya.
Ia menyebut, perlunya estetika pada pohon dengan merapikan karena pohon-pohon itu berada di tengah kota. Dengan bentuk yang rapi, pohon akan enak dipandang mata. Total ada 19 ribu pohon yang dirawat DLH Kota Yogya.
"Setiap hari dipangkas ada 19 ribu pohon di Kota Yogyakarta. Bisa dua bulan ke depan ke situ (pohon ayam)," kata Suyana.
Saat disinggung mengenai isu mistis pada pohon tersebut, Suyana tak tahu menahu. Ketika memangkas pohon, termasuk pohon ayam, pihaknya tidak mengalami kesulitan.
"Saya enggak tahu kalau isu seperti itu (mistis). Sejauh ini nggak ada kesulitan. Segitu kecil dipangkas," pungkasnya.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
